“Anak-Anak, selesai makan, silakan alas makan dapat dikembalikan ke laci meja dispenser!” seru saya.

Selesai mencuci piring, murid-murid kelas 1 harus membereskan kembali alas makan yang telah digunakan. Azka selesai makan paling awal. Ia mengembalikan alas makan, kemudian mengambil buah. Satu-satu murid kelas 1 mengembalikan alas sesuai dengan arahan saya.

Ada sesuatu yang mengusik penglihatan saya. Yap, kerapian. Anak-anak mengembalikan alas makan seadanya. Saya segera menyelesaikan makan siang.

Saya mengambil satu lembar alas makan dan merapikannya. Seolah-olah memberikan pancingan kepada anak-anak. Ya, pancingan saya berhasil. Khalifa datang menghampiri saya tanpa berbicara sepatah kata pun. Membawa alas makan miliknya.

Khalifa sedari tadi berusaha melipat dan merapikan alas makan. Ia sibuk membolak-balik alas makan miliknya dan terlihat kebingungan.

“Ini gimana, Bu? tanya Khalifa.

“Coba lihat. Cara Bu Indah melipat.”

Oh, iya.”

Setelah merapikan miliknya, Khalifa juga mengambil alas makan tidak berpemilik. Kemudian melipatnya. Khalifa, yang sedang merapikan alas makan, menarik perhatian temannya: Muti dan Javier. Mereka berdua mengambil alas yang makan belum dikembalikan. Muti dan Javier ikut merapikan alas makan seperti yang dilakukan oleh Khalifa.

“Terima kasih, Khalifa, Muti, dan Javier.”

Contoh kecil yang saya berikan ternyata diikuti oleh Khalifa. Tidak sampai di situ, Khalifa juga menginspirasi Muti dan Javier untuk melakukan hal yang sama. Anak-anak dengan cepat meniru apa yang mereka lihat. Dengan cepat mereka akan mengikutinya.

 

Baca juga: Komitmen

Bagikan:

Leave a Reply

Scan the code