Sebelas guru berangkat ke DKI Jakarta. Berbekal gelas kosong yang siap diisi dengan segudang ilmu dan pengalaman. Selasa pagi, 18 November 2025, Toyota Hiace membawa armada itu lepas landas dari Kota Atlas.

Rombongan SD Islam Hidayatullah 02 disambut dengan hangat oleh guru-guru SDTQ Citamulia, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Ustaz Ade—Waka Kesiswaan SDTQ Citamulia—mewakili penyambutan tersebut.

Beberapa saat kemudian disusul oleh Ustaz Hilal—Waka Kurikulum—yang menjelaskan beberapa rangkaian kegiatan murid-murid di sana. Kegiatan yang sangat padat tapi tetap terlihat enjoy. Karena memang budaya yang sudah terbentuk sejak awal berdirinya sekolah.

SDTQ Citamulia mengimplementasikan semboyan Balance-Essential. Maksudnya, walaupun identitas sekolah adalah sekolah Tahfizul-Qur’an tapi tetap mengedepankan kurikulum akademik. Tetap diprioritaskan poin-poin esensial yang terkandung dalam kurikulum nasional. Sehingga pengetahuan umum dan Al-Qur’an menjadi seimbang. Begitulah penjelasan Ustaz Hilal.

Target hafalan di SDTQ Citamulia sangat luar biasa. Dengan tetap memperhatikan kemampuan murid. Lulusannya mampu menuntaskan hafalan Al-Qur’an hingga 15—30 Juz. Masyaallah, meski demikian, murid-murid tak tampak terbebani. Mereka terlihat menikmati proses hafalan mereka.

Kegiatan benchmarking ini memberikan banyak inspirasi dan pembelajaran bagi SD Islam Hidayatullah 02. Para guru memperoleh wawasan baru mengenai sistem Tahfizul-Qur’an, metode hafalan efektif, serta strategi penguatan karakter Islami yang adaptif terhadap tantangan era global.

Ustaz Ade menyampaikan semoga kegiatan kunjungan tersebut memberikan manfaat kepada dua pihak serta menambah barakah. Beliau juga menyampaikan demi keberlangsungan silaturahim antara SD Islam Hidayatullah 02 dan SDTQ Citamulia untuk mengembangkan pendidikan di masa yang akan datang.

Bagikan:

Leave a Reply

Scan the code