Sabtu (31/05/2025) ini tidak ada pembinaan dari Yayasan. Pukul 07.00, kami berkumpul di ruang TU. Kegiatan diawali dengan mengaji. Pak Aruf membagi jatah mengaji setiap personel. Saya, Bu Puput, dan Bu Indah sedang uzur. Kami bertiga membaca selawat.

Baca juga: Diferensiasi

Sekitar 20 menit kemudian, mengaji selesai.

“Bapak/Ibu, ini saya ada undangan ke SD 1. Saya izin meninggalkan ruangan ini sekarang. Bu Wiwik, minta tolong dilanjutkan koordinasi,” instruksi Pak Kambali.

“Baik, Pak,” jawab saya.

Pak Kambali menyimpan Al-Qur’an beliau di lemari TU. Beliau lantas pamit meninggalkan ruangan.

Kami mengawali koordinasi. Refleksi pengabdi merupakan agenda pertamanya. Kali ini, giliran Bu Puput.

“Bapak/Ibu, saya akan bercerita tentang pengalaman saya saat tashih kemarin,” buka Bu Puput.

Bu Puput menceritakan kegagalannya dalam mengikuti tashih. Meski gagal, Bu Puput tidak tampak terpuruk. Beliau menceritakannya dengan biasa saja, bahkan sesekali diselingi candaan. Bu Puput pun mengakui salah satu penyebab kegagalannya adalah karena persiapan yang kurang maksimal.

Baca juga: Guru Hebat

“Saya sudah belajar, Bapak/Ibu, tetapi tidak maksimal. Saat itu, waktunya berbarengan dengan penyusunan soal Penilaian Akhir Tahun. Jadi, saya lebih memprioritaskan menyelesaikan penyusunan soal,” terang Bu Puput.

“Saat pratashih, saya dites Ustaz Aris (Kepala Divisi QLC). Saya gugup. Beliau sampai bilang, ‘Anggap saja saya bapaknya Bu Puput.’ Tapi saya tetap gugup, Bapak/Ibu,” kelakar Bu Puput.

Hadirin ikut tertawa.

“Bapak/Ibu, mendengar kisah Bu Puput, saya teringat dengan chat yang dikirim oleh Pak Kambali tadi pagi.”

Saya membuka WhatsApp. Saya klik percakapan dengan Pak Kambali.

“Sesungguhnya Allah senang bila salah seorang di antara kamu melakukan satu pekerjaan dan dia melakukannya sebaik mungkin,” baca saya.

“Alhamdulillah, saya meyakini Bu Puput sudah mengusahakan sebaik-baiknya, semampu beliau. Bahkan, oleh sebab belum lulus, Bu Puput berkesempatan makin memperbaiki usahanya,” pungkas saya.

Bersyukur, setelah kegagalan itu, Bu Puput mengikuti ngaji intensif bersama Pak Aris. Turut mendoakan, semoga Bu Puput lulus tashih 14 Juni mendatang. Amin. (A2)

Bagikan:

Leave a Reply

Scan the code