Rutin setiap pagi pukul 06.30 saya ke ruang Pak Kambali. Namun, pernah pertemuan diliburkan oleh suatu hal. Kegiatan diawali dengan murajaah hafalan yang sudah dipelajari. Dilanjutkan dengan doa harian yang sebelumnya saya sudah hafal. Pak Kambali menambahkan hafalan doa harian yang saya belum bisa. Seperti doa masuk masjid, keluar masjid, masuk rumah, dan naik kendaraan. Setelah mengajari saya untuk melafalkan, Pak Kambali juga menjelaskan arti setiap doa. Supaya tidak hanya bisa melafalkan, tetapi juga tahu arti.

Pak Kambali sangat telaten mengajari saya. Terkadang saya masih kesusahan melafalkan karena terlalu panjang. Namun, Pak Kambali memotong ayat-ayat supaya lebih mudah. Ya, alhamdulillah saya bisa melafalkan. Pak Kambali juga menyampaikan untuk mempraktikkan bacaan doa meskipun belum selesai sebagai bentuk murajaah.  Saya meyakini, jika saya selalu murajaah tentu saja akan lebih mudah bagi saya untuk hafal dan tidak lupa.

Selain itu, pertemuan saya dengan Pak Kambali membahas mengenai standar mutu lulusan SD Hidayatullah 02. Pak Kambali mengkaji satu per satu indikator. Terkadang masih belum tuntas untuk satu indikator. Ketika mengkaji tiap indikator, Pak Kambali mengasosiasikan dengan kisah Rasulullah atau kejadian di kehidupan sehari-hari. Dengan cara itu saya jauh lebih mudah untuk memahami maksud dari tiap indikator standar lulusan Sekolah.

Kegiatan rutin saya dengan Pak Kambali membawa perubahan yang baik bagi saya. Terutama dalam pengelolaan waktu serta memperbaiki kompetensi keislaman saya. Setiap hari saya selalu memastikan pukul 06.15 sudah sampai di Sekolah. Supaya masih ada waktu 15 menit untuk sarapan. Sebelum berangkat, saya menyempatkan salat Duha dua rakaat. Namun, sebelum salat Duha, saya cek dulu di web waktu salat. Itu yang saya lakukan juga atas saran Pak Kambali. Cek terlebih dahulu waktu duha di web.

Pak Kambali juga menyampaikan untuk tidak melupakan niat. Karena rutinitas yang setiap hari dilakukan terkadang mengabaikan niat. Niat bukanlah hanya mengucapkan sesuatu yang keluar dari kedua bibir. Namun, dorongan hati yang mengharapkan rida dari Allah. Sesungguhnya hasil yang didapat dari amal sesuai dengan yang diniatkan.

Baca juga: Patut Dicontoh

Bagikan:

Leave a Reply

Scan the code