Terlihat pesan baru masuk via WhatsApp. Tertulis pukul 13.31 dari Pak Kambali. Pesan berupa gambar. Tepatnya screenshot tulisan. Kata per kata saya baca dengan teliti.

Ketemu! Batin saya girang.

Ternyata saya kelebihan mengetik huruf. Harusnya “gemar” tertulis “gembar”.

Masyaallah. Kesekian kalinya saya merasakan kebaikan-kebaikan dari Bapak/Ibu Guru. Tak hentinya saya bersyukur dikelilingi orang-orang baik. Alhamdulillah.

Hari itu, saya terjadwal memosting tulisan. Tak berpikir lama. Saya pun berusaha langsung memperbaiki tulisan.

Klik update. Alhamdulillah.

Saya cek di website. Alhamdulillah sudah betul!

Beberapa menit kemudian. Bu Wiwik mengirimkan pesan via WhatsApp di grup.

Beliau mengirimkan screenshot tulisan dengan takarir, “Bu Shoffa, ini ada beberapa kata yang kelebihan spasi. Lalu, “Ta” itu maksudnya penggilan untuk siapa, Bu?”

Deg. Segera saya membuka web. Ternyata betul yang disampaikan Bu Wiwik. Padahal sebelum saya revisi dari koreksian Pak Kambali, tulisannya masih aman. Lalu, tiba-tiba kok banyak yang berubah? Apa karena saya mengedit lewat telepon seluler? Atau saya yang belum lihai? Entahlah. Yang pasti, saya tidak mengedit pakai telepon seluler lagi. Langsung membuka laptop untuk memperbaikinya. Khawatir rancu bagi pembaca.

***

Sorenya. Ada pesan baru masuk. Dari Bu Nika dengan takarir, “Bu, njenengan ndak yo udah bilang Bu Ambar, Bu, kalau besok pesen mobil, Bu?”

Memang dua hari sebelumnya, Rabu (8/4/2024), saya bilang ke Bu Nika kalau hendak pinjam mobil LPI untuk keperluan home visit. Namun yang tak disangka, Jumat (10/4/2024), beliau mengirimkan pesan hanya untuk memastikan bahwasanya saya sudah pesan mobil atau belum. Padahal hari Jumat tercatat tanggal merah. Bapak/Ibu Guru juga libur.

Masyaallah. Satu hari saya merasakan kebaikan-kebaikan dari Bapak/Ibu Guru. Terima kasih, Pak Kambali, Bu Wiwik, Bu Nika, dan Bapak/Ibu Guru lainnya. Semoga senantiasa Allah jaga keistikamahan Bapak/Ibu Guru dalam kebaikan. Amin.

Bagikan:
One thought on “Bersyukur”
  1. Alhamdulillah, sami-sami Bu Shoffa. Semoga kita semua selalu senantiasa dan istikamah dalam kebaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *