“Bu, Kak Yeni kapan masuknya?” rengek anak-anak tak sabar.

Agenda hari itu (28/03/2024), kami mengundang Kak Yeni, yang dikenal sebagai penulis juga content creator. “Motivasi dan Menulis Bersama Kak Yeni” begitu judul kegiatan yang diusung.

Kak Yeni tiba di halaman SD IH 02 sekitar pukul 10.15. Anak-anak bersiap di pintu hendak menyambut kedatangan Kak Yeni.

“Bu, saya mau bantu dorong,” ucap Gibran.

“Alhamdulillah sudah dibantu Bu Guru, Mas Gibran. Kita tunggu di kelas aja, ya.”

Gibran bermaksud ingin membantu Kak Yeni. Ya, Kak Yeni memang menggunakan kursi roda sebagai alat mobilitas. Yang dibayangan anak-anak, kursi roda yang harus didorong. Ternyata, Kak Yeni memakai kursi roda elektrik. Katanya, kursi roda itu diberikan oleh Ibu Menteri Sosial. Kak Yeni menerimanya sebagai hadiah juara lomba teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Beliau juga menceritakan sekaligus mendapat bonus jalan-jalan ke Korea Selatan. Baru awalan Kak Yeni bercerita, kami sudah takjub atas kesungguhan dan semangat Kak Yeni.

“Teman-teman sudah siap belajar dengan Kak Yeni?” sapa saya kepada kelas 1 sembari menunggu kakak kelas 2 masuk.

“Siaaap!” sahut anak-anak serempak.

Tak berselang lama, kakak kelas 2 menyusul dan menempatkan diri. Kemudian beberapa menit setelahnya, Kak Yeni menyusul. Anak-anak lantas menyambutnya dengan suka cita.

Tanpa ragu, Kak Yeni pun menceritakan apa yang ia alami. Awal mula ia suka menulis dan beberapa karyanya juga beliau tunjukkan. Kisahnya yang menginspirasi itu, insyaallah menumbuhkan jiwa semangat anak-anak dan para guru SD IH 02.

Bu Wiwik selaku moderator dan Kak Yeni sebagai narasumber memberikan tantangan kepada anak-anak untuk membuat cerita bermodalkan sebuah gambar. Awalnya gambar ikan dan pemandangan bawah laut. Lalu anak yang bisa membuat kalimat akan tunjuk tangan dan diminta mengutarakan secara lisan.

Setelah dirasa cukup memancing imajinasi anak. Dilanjutkan tantangan kedua, ditampilkan sebuah gambar pemandangan hutan, gunung, dan sungai.

Anak-anak diminta berimajinasi dan menulis cerita di kertas sesuai imajinasi mereka. Anak-anak antusias, berpikir keras apa yang harus mereka tulis meski belum sepenuhnya semua anak bisa menulis dengan benar. Setidaknya mereka berusaha membuat cerita yang runtut. Mereka diberi waktu 15 menit. Awalnya 10 menit, diperpanjang 5 menit.

Tak sedikit juga mereka berinisiatif konsultasi ke gurunya. Karena ini dijadikan kompetisi. Nantinya per kelas akan dipilih tiga tulisan terbaik. Wajar saja kalau mereka serius menggarapnya.

“Yang sudah selesai, kelas 1 dikumpulkan ke Bu Eva, kelas 2 kumpulkan ke Bu Shoffa,” pinta Bu Wiwik.

Menjadi hiburan tersendiri membaca hasil tulisan anak-anak yang lucu dan menggemaskan.

Setelah saya dan Bu Shoffa membaca hasil tulisan anak-anak, kami berhasil menentukan lima tulisan yang menurut kami bagus alur ceritanya. Lalu diserahkan kepada Kak Yeni supaya ditentukan 3 terbaik. Beberapa anak tampak deg-degan. Gibran berdoa dengan khusyuk.

Tiba waktunya pengumuman. Tiga tulisan terbaik sudah di tangan saya.

“Alhamdulillah, Kak Yeni sudah menentukan tiga pemenang terbaik yang akan diumumkan oleh Bu Eva!” ujar Bu Wiwik.

“Nanti nama yang tidak diumumkan bukan berarti tulisannya jelek, ya, Adik-Adik. Kak Yeni sampai bingung, lo, tadi, menentukan tiga besar karena tulisannya bagus-bagus. Lanjutkan menulisnya, ya,” sambung Kak Yeni.

“Deg-degan apa enggak?” tanya Kak Yeni.

“Iyaa …,” sahut anak-anak serempak.

Saya membacakan pemenang mulai dari kelas 2 terlebih dahulu, yang urutannya Fillio, Hafidz, dan Langit. Sedang kelas 1: Gibran, Fathir, dan Rara.

Tak disangka, Gibran yang biasanya kalau diberi tugas menulis selalu bingung dan tidak semangat, kali ini ia membuktikan kalau ternyata Gibran pandai secara lisan dan tulisan. Sebelumnya saya dan Bu Wiwik memang mengakui kalau Gibran mempunyai kelebihan public speaking, tapi kemampuan menulisnya kurang baik. Hal ini juga pernah kami sampaikan kepada sang bunda. Kenyataan hari itu mematahkan pernyataan Bu Wiwik dan saya.

Tak hanya Gibran, teman-teman yang lain juga hebat, sudah mau belajar dan berkegiatan dengan sportif dan seru.

Foto bersama Kak Yeni dan para pemilik tulisan terbaik.
Bagikan:
One thought on “Membuktikan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *