“Assalamu’alaikum bu, nyuwun sewu bsk pagi jam 8 lintang ijin nggih buat pemeriksaan gigi. Mungkin sekitar 2 jam nanti kembali ke sekolah lg. Suwun.”

Begitulah isi chat Ibu Sulistiyani Anjani Warih, ibunda ananda Lintang. Beliau meminta izin kepada Bu Amik pada hari Rabu (10/1/2024), pukul 19.52.

Ibu Anjani menghendaki agar Lintang tetap masuk sekolah. Beliau khawatir jika Lintang tidak masuk, adiknya juga pengin tidak masuk. Kebetulan adik Lintang juga bersekolah di SD Islam Hidayatullah 02. Saat ini sedang duduk di bangku kelas 1.

Kamis (11/1/2024), sekitar pukul 08.00 Lintang izin untuk pemeriksaan gigi. Kebetulan Lintang tiba di sekolah sekitar pukul 12.14, anak-anak sedang makan siang. Tandanya, mereka juga sudah melaksanakan salat Zuhur berjemaah. Ibu Anjani menyampaikan kalau Lintang belum salat Zuhur.

Kala itu, Bu Shoffa menawari Lintang untuk salat Zuhur terlebih dahulu. Ia menganggukkan kepalanya, tanda setuju. Memang, Lintang salah satu siswa yang pendiam. Ia tidak akan berbicara jika tidak ditanya. Sampai saat ini kami—para guru—masih berproses untuk membersamai Lintang agar lebih percaya diri dan mau bersuara antarteman ataupun kepada gurunya.

Saat hendak wudu, Lintang melipat lengan baju dan celananya. Kala itu, Bu Shoffa melihat Lintang memakai tiga gelang di pergelangan tangan kanan. Bu Shoffa hendak mengingatkannya. Tetapi, ia urungkan. Bu Shoffa ingin melihat respons muridnya terlebih dahulu.

Tak diduga, selesai melipat lengan baju dan celana, Lintang melepas tiga gelangnya dan memasukkannya ke dalam saku. Kemudian, ia wudu dengan tertib.

Masyaallah. Bu Shoffa sangat takjub melihat pemandangan itu. Seperti mendapat angin segar.

Selesai doa setelah wudu, Bu Shoffa mengapresiasi Lintang karena telah melepas gelangnya. Bu Shoffa juga menanyakan ketika hendak wudu di rumah apakah Lintang juga melaksanakan hal yang sama. Yaitu melepas gelangnya sebelum wudu. Dan jawaban Lintang sangat mengejutkan. Ia menganggukkan kepalanya lagi. Masyaallah. Ternyata Lintang istikamah melaksanakannya. Tidak hanya di sekolah. Ia juga melanjutkan kebaikan itu ketika di rumah.

Ternyata, tanpa disadari, anak-anak telah menerapkan apa yang disampaikan oleh gurunya. Memang, sebelumnya Ustazah Layla pernah menyampaikan, jika hendak wudu alangkah baiknya aksesoris di tangan dilepas terlebih dahulu. Agar air wudu bisa mengalir dengan rata mengenai anggota rukun dan sunah wudu yang dibasuh.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *