6 Desember 2023, hari ketiga siswa-siswi SD Islam Hidayatullah 02 melaksanakan PAS. Biasanya, sebelum bel berbunyi, anak-anak asyik bermain, membaca buku, atau mendaras jilid. Kali ini tidak. Mereka duduk di kursi masing-masing sembari membaca buku paket Fikih. Ya, pagi ini terjadwal materi Fikih.

“Bu Shoffaaa,” panggil Kalynn sembari sesenggukan mendekati gurunya.

“Aynn, kenapa? Ibu dinas, ya?” selidik Bu Shoffa.

Yang ditanya menggelengkan kepala.

“Aku belum selesai belajar Fikih sama hafalan surah At-Tāriq, Bu,” sahut Kalynn dengan suara terbata-bata.

“Kalynn tenangin diri dulu, ya. Nanti kalau sudah tenang baru cerita.”

Tak berselang lama, bel berbunyi. Anak-anak sudah siap berbaris di selasar kelas 2. Begitu juga Aynn. Ia masih berusaha menenangkan diri.

Rendra, sang kapten, menunjuk barisan putri untuk lebih dahulu untuk salim dengan Bapak Ibu Guru. Mereka sudah siap dan lebih tertib.

“Kalynn, kenapa?” tanya Ustazah Layla saat Kalynn salim.

Seketika tangis Kalynn pecah kembali.

Dengan sigap, Ustazah Layla meminta Nadia untuk menemani Kalynn. Alhamdulillah Nadia bersegera memenuhi permintaan Ustazah Layla.

“Kalynn, sudah tenang? Mau cerita?” tanya Bu Shoffa usai tahfiz pagi.

Kalynn menganggukkan kepalanya.

“Bu Shoffa, aku belum selesai belajar Fikih sama hafalan. Aku pengin dikasih subhanallah,” ungkap Kalynn.

***

Sejak hari Selasa (5/12/2023), kelompok BAQ Kalynn menjalani penilaian surah At-Tāriq. Anak-anak sudah dijadwalkan siapa saja yang dinilai di hari Selasa, dan seterusnya.
Saat penilaian hafalan, semua anak menyimak. Jika anak yang sedang hafalan belum lancar, baik itu salah makhraj atau lupa ayat, semua anak mengapresiasi dengan bacaan hamdalah.

Jika anak tersebut lancar, semua anak mengapresiasi dengan bacaan tasbih.

Kalynn terjadwal hari Selasa. Namun, sebelum BAQ dimulai Kalynn menyampaikan ke Bu Shoffa kalau ia belum siap.

Bu Shoffa pun memberi kesempatan di waktu lain. Kalynn dengan mantap memilih hari Rabu.

Usai mengerjakan soal Fikih, Kalynn izin mendaras hafalannya. Ia mendaras dengan sungguh-sungguh.

“Bu Shoffa, aku sudah bisa,” ungkap Kalynn dengan perasaan gembira.

“Masyaallah. Hebat sekali. Gimana? Mudah, kan?”

“He-he. Iya, Bu.”

“Lain kali tidak langsung menangis, ya, Ynn. Langsung aja bilang sama Bu Guru, apa yang dirasakan Kalynn. Menangis tidak menyelesaikan masalah, toh. Boleh sedih, tapi sebentar aja, ya.”

“He-he. Oke, Bu Shoffa.”

Ketika penilaian hafalan, Kalynn membuktikan bahwa ia bisa melawan ketakutannya. Dan di akhir ayat tujuh belas surah At-Tāriq, Kalynn mendapat apresiasi bacaan tasbih atas apa yang ia usahakan.

Bagikan:
2 thoughts on “Khawatir”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *