Pukul 06.40, tas berwarna hitam masih tergeletak di dekat pintu. Anak putra asyik bermain bola. Begitu pun anak putri. Ada yang berbincang-bincang asyik dengan teman. Ada juga yang membaca buku dan mendaras jilid. 

Bu Shoffa mengamati sekitar, mencari si empu tas yang belum ditata di laci. Ternyata Sultan sedang asyik main bola bersama teman-teman.

Bu Shoffa menghampiri Sultan, “Sul, tasnya udah ditata belum?”

“Ooo, ketahuan!” jawab Sultan menutup mulutnya.

“Ditata, yuk, Sul!”

“Nanti, ya. Sultan main bola dulu,” jawab Sultan tergopoh-gopoh dan hendak melanjutkan bermain bola.

Seketika Bu Shoffa memegang tangan Sultan.

“Ditata dulu baru main! Sul, Bu Shoffa tanya! Enak enggak waktu main dipanggil buat tata tas?”

Enggak!”

Nah, itu tahu! Kalau enggak mau dipanggil waktu main, Sultan harus apa dulu?”

Tata tas!”

Oke. Yuk, tata dulu!”

Sultan berjalan menghampiri tasnya. Ketika sudah sampai di depan pintu, ia langsung menggendong tasnya menuju kelompok Blora.

“Bu Shoffa, aku mau ditemenin Kakak Kalynn,” pinta Sultan.

“Bilang dulu, toh.”

Sultan menghampiri Kalynn. Ia menyampaikan keinginannya. Alhamdulillah Kalynn bersedia. Ia langsung berdiri di dekat Sultan. Namun, Sultan menata tas dengan lambat.

“Ynn, salat Duha, yuk!” seru Nadia kepada Kalynn.

“Yuk!” jawab Kalynn.

“Sultan, ayuk! Kakak Kalynn mau salat Duha! Kalau enggak segera tak tinggal, lo!” tegas Kalynn.

Kalynn berjalan meninggalkan Sultan, yang masih menata tas.

“Tungguuu! Sultan ikuuut!” seru Sultan.

Seketika Kalynn menghentikan langkahnya. Sultan mengekor di belakang Kalynn menuju musala.

Sesampainya di musala, Nadia sedang melaksanakan salat Duha. Kalynn segera mengikuti jejak Nadia. Dan Sultan mengamati dengan saksama kedua kakaknya yang sedang salat Duha.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *