Euforia Ekshibisi Akhir Tahun masih terngiang. Meski telah berlalu sejak tiga hari lalu, saya merasa belum bisa move on. Bahkan, demi mengabadikan momen, ini merupakan tulisan ketiga saya tentang Ekshibisi tahun ini. Saya jadi punya bahan untuk melunasi utang tulisan saya yang menumpuk.
Seperti tahun sebelumnya, Ekshibisi kali ini juga melibatkan anak-anak sebagai pelaksana. Tentunya tetap dengan pendampingan guru. Kami menyebutnya “Panitia Cilik”. Tiap-tiap kelas mendelegasikan beberapa anak untuk mengemban tugas yang diamanahkan.
Ridho, sang ketua, melakukan koordinasi pada Jumat, 13 Juni 2025 di musala. Dengan dibimbing Bu Shoffa, Ridho mendeskripsikan tugas tiap-tiap seksi.
“Untuk pengantar snack, memberikan snack-nya tidak boleh sambil berdiri. Tapi sambil duduk atau jongkok,” imbuh Bu Shoffa.
Ridho menyimulasikannya. Ia berperan sebagai pengantar snack dan saya sebagai tamunya.
Hari yang ditunggu pun tiba. Anak-anak tampak antusias. Saya tiba di Sekolah sekitar pukul 6 pagi. Tak sampai lima menit berselang, Nirmala datang. Diantar mamanya. Dengan penuh semangat, Nirmala menyapa dan salim. Beberapa menit berselang, Aqilaa, Reva, dan Kaisar juga telah sampai di Sekolah. Binar keceriaan tampak jelas di wajah mereka.
“Panggungnya bagus, ya!” celetuk Nirmala kepada lawan bicaranya.
Acara dimulai sesuai jadwal. Panitia Cilik pun beraksi. Mereka menempatkan diri di area tugas masing-masing. Ada penerima tamu, pengantar snack, petugas presensi, seksi dokumentasi, seksi perlengkapan, dan penjaga stan. Tak ketinggalan pembawa acara dan pemandu doa.
Tamu-tamu berdatangan. Pengantar snack terlihat hilir mudik. Mereka mengantarkan snack box menggunakan nampan yang dialasi taplak. Setiap tamu yang datang dilayani. Umumnya, snack box diserahkan beriringan setelah presensi. Untuk Ekshibisi, tradisi itu kami haramkan. Snack box diantar kepada tamu di tempat duduknya. Lebih repot memang. Namun, kami meyakini ini sebagai bahan belajar anak-anak untuk memuliakan tamu.
Pengantar snack box berjalan berpasangan. Satu anak sebagai pembawa baki. Satu anak lagi bertugas menyerahkan kotak kudapan. Tak jarang, anak-anak kebingungan hendak menyerahkan kudapan ke mana. Beruntung, wali murid sangat suportif. Mereka turut membimbing dan membantu anak-anak.
Seksi perlengkpan tak kalah sigap. Dipandu Pak Kholis, Adit, Mika, Gibran, dan Tristan melaksanakan tugas mereka dengan cekatan. Tak terhitung berapa kali mereka naik turun panggung mempersiapkan perlengkapan bagi penampil pentas. Mikrofon, standing mikrofon, peralatan rebana, hingga meja. Meski demikian, mereka tak mengeluh sama sekali.
Ups, ada Abrisam dan Rafka juga rupanya. Keduanya juga bertugas sebagai seksi perlengkapan. Ini merupakan kali pertama mereka mengikuti Ekshibisi. Mereka masih kelas 1. Dua anak ini tampak mengamati apa yang dilakukan kakak-kakak kelasnya.
Keterlibatan Panitia Cilik dalam Ekshibisi juga mendapat apresiasi yang luar biasa dari wali murid.
“Lucunya anak-anak yang jadi panitia. Sigap, cekatan, dan bertanggung jawab,” ungkap Bunda Rafka.
“Panitia cilik gemesin. Masyaallah,” tulis Bunda Abrisam.
Bunda Arka turut memberikan apresiasi. Beliau memvideokan para panitia yang bertugas dan menuliskan takarir: “Panitianya anak-anak.”
Bunda Ridho pun turut berkomentar, “Panitia-panitia cilik ikut bekerja.”
Bunda Hafidz memuji panitia cilik dengan label “joss”.
Senyum saya makin lebar tatkala membaca ini:
“Temen-temen kecil SD Hidayatullah 02 sungguh keren. Panitia dari anak-anak kelas 1—3. MC, doa, penerima tamu, pembagi snack, penjaga stan, dll. oleh anak-anak. Seksi-seksi juga anak-anak. Konsep drama dll. juga dari anak-anak. Masyaallah. Ayah Bunda tinggal menikmati jerih payah anak-anak. Proud of you, Nak saleh salihah. Belajar mandiri,” tulis Bunda Fillio.
Itulah beberapa testimoni dari wali murid yang berhasil saya temukan di status WhatsApp mereka. Bersyukur, para wali murid sepemikiran dengan Sekolah. Mereka tidak menganggap Sekolah “ngakali” anak-anak, melainkan mengupayakan anak-anak belajar di konteks nyata. Suatu saat nanti, anak-anak juga akan dihadapkan pada kondisi serupa.
