Hendak dijadwal kegiatan apa? Kalau hanya sekadar menjadwal, rasanya begitu banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Masalahnya, saya tidak ingin sekadar terjadwal saja. Dan hanya berfungsi membunuh waktu. Itu terlalu eman. Saya masih sangat berharap kegiatan yang bermakna. Syukur jika tak hanya bermakna, tetapi sekaligus sesuai kebutuhan murid-murid. Walau sederhana.

Bu Wiwik menyampaikan beragam opsi. Muaranya satu, penguatan motorik anak. Kasar maupun halus. Dari yang sederhana hingga yang kompleks.

Saya tertarik dengan yang ini: renang. Tempatnya ada, tetapi harus koordinasi dengan Bu Iin—Kepala PAUD Islam Hidayatullah—terlebih dahulu. Pelatihnya juga ada. Pak Kukuh pernah saya tanya dan bisa. Masalahnya, waktu terbatas. Dengan jumlah murid yang begitu banyak, itu butuh tenaga ekstra untuk menanganinya.

Saya bicarakan dengan Pak Kukuh. Kemungkinan melaksanakan renang dengan situasi yang ada saat itu. Alhamdulillah, gayung bersambut. Pak Kukuh sangat mendukung. Sangat siap menyesuaikan dengan situasi yang ada. Saya pernah bilang, hanya lima kali. Sangat pendek. Tinggal mengupayakan pengaturan sedemikian rupa, sehingga tetap berjalan baik.

“Saya mohon Pak Kukuh mengecek tempatnya dulu, nggih,” instruksi saya.

“Baik, Pak Kambali.”

“Bila menurut Pak Kukuh layak, baru saya akan nembung Bu Iin.”

Tak berselang lama, Pak Kukuh mengecek kolam renang di PAUD Islam Hidayatullah. Alhamdulillah, kedalaman kolamnya ada dua macam. Yang satu di atas lutut Pak Kukuh. Tak terlalu dalam. Satunya lagi, kedalamannya kira-kira hingga ulu hati Pak Kukuh. Masih layak untuk murid kelas 3. Artinya, semua murid berkesempatan. Namun, saya menegaskan, untuk kelas 1 dan 2. Adapun kelas 3, tidak dulu.

Saya sangat mantap: matur Bu Iin. Alhamdulillah, Bu Iin mengizinkan. Saya menyesuaikan jadwal pemakaian oleh PAUD. Alhamdulillah, dimudahkan mendapat titik temu.

Baca juga: Kami Membutuhkan, Bu Iin Memberi Bantuan

Dimulai 25 April 2025. Semula dijadwalkan sepekan satu kali. Namun, setelah dievaluasi, justru kurang kondusif dan waktunya molor terlalu banyak. Akhirnya, diubah menjadi dua pekan satu kali. Alhamdulillah, jauh lebih kondusif dan efektif. Pak Kukuh lebih mudah dalam melakukan pembimbingan yang bermakna. Motorik anak juga dapat terus dilatih. Mendukung kebutuhan anak-anak di usianya.

Artinya, saya pandang kegiatan itu bermakna dan sesuai dengan kebutuhan anak. Bahkan dapat bonus: murid-murid sangat antusias mengikutinya. Meskipun perlu jalan kaki terlebih dahulu. Dari SD 02 ke kolam renang di PAUD

Hingga akhir tahun ajaran 2024/2025, alhamdulillah kegiatan renang dapat terus dijalankan. Sejumlah 5 kali pertemuan (tiap-tiap anak merasakan 3 kali). Terakhir pada Jumat (23/05/2025).

Ups, kebetulan pada Senin (26/05/2025) Pak Kukuh tidak masuk sekolah karena sakit. Pak Kukuh harus istirahat satu pekan. Beruntung sekali selama 5 kali kegiatan renang Pak Kukuh diberi kesehatan. Andai di saat kegiatan renang Pak Kukuh sakit, saya tidak bisa membayangkan, apa yang akan terjadi? Memang Pak Kukuhlah pembimbing utamanya, yang menguasai ilmunya. Baik teori maupun praktiknya. Bisa berantakan kegiatannya.

Duh, astagfirullah! Ternyata saya baru bisa merasakan nikmat setelah muncul kondisi pembandingnya. Saya jadi ingat hadis tentang dua nikmat yang baru terasa nikmat saat nikmat itu diambil: kesempatan dan kesehatan. Ini fakta yang mestinya menjadi pelajaran bagi saya: belajar bersyukur.

Dan sudah semestinya saya berterima kasih kepada Pak Kukuh. Saya bisa membayangkan, bagaimana kesabaran dan ketelatenan yang dibutuhkan untuk membimbing murid yang begitu banyak dengan waktu yang sangat terbatas. Terima kasih atas kesediaannya, kesabarannya, sekaligus inspirasinya untuk saya. Berlatih bersyukur sudah sepatutnya mulai saya lakukan. (A1)

Bagikan:

Leave a Reply

Scan the code