Hari ini jadwal BAQ berbeda dari biasanya. Biasanya di jam ke-1 dan ke-2 atau ke-3 dan ke-4, tapi, kali ini di jam ke-7 dan ke-8, sebelum salat Zuhur. Sebelum dimulai mengaji, anak-anak bersama-sama membaca doa dan murajaah hafalan mereka.
Saya memulai dengan memberikan contoh bacaan yang benar untuk ditirukan bersama oleh anak-anak. Selanjutnya, saya mengecek hafalan setiap anak satu per satu. Anak-anak di kelompok BAQ saya tergolong mudah dalam menangkap hafalan. Tiga kali dicontohkan, lima kali diulang-ulang, mereka sudah bisa melafalkan hafalan tanpa kesulitan.
Saatnya kelompok Fillio, Haqqi, Kennard, dan Lintang memulai evaluasi baca simak Al-Qur’an. Anak-anak bergantian membaca, setiap anak membaca satu ayat.
Kini giliran Kennard membaca. Namun, ia sedikit kesulitan. Karena terbata-bata saat melafalkan ayat, ia beberapa kali harus mengulang bacaannya untuk meningkatkan kelancaran. Kennard tampak hampir putus asa dengan raut muka lelah karena terus-menerus mengulang bacaannya. Meskipun Kennard terlihat sedih, saya tetap memintanya untuk mengulang bacaannya. Saya tahu, Kennard mengetahui letak kesalahannya. Hanya saja, kurang teliti saat membacanya.
Saya membantu Kennard melafalkan ayat sedikit demi sedikit dengan mencontohkan langsung. Meskipun beberapa kali gagal menirukan, ia tidak menyerah dan langsung mengulang dengan benar setelah saya membimbingnya.
Setelah berulang kali berlatih, Kennard akhirnya berhasil melafalkan ayat dengan baik dan benar. Teman-teman yang lain langsung berseru dan mengucapkan hamdalah bersama, merasa bahagia atas keberhasilan Kennard.
Baca juga: Terkesima
