Sore hari yang cerah turut mendukung kegiatan di SD Islam Hidayatullah 02. Senin, 1 April 2024 hari yang berbeda dari hari yang lain. Guru-guru dijadwalkan berangkat pukul 13.30, sedangkan murid-murid pukul 14.45 diharapkan sudah tiba di sekolah.

Ada beberapa rangkaian acara inti yang digelar. Kelas 2 mendengarkan dongeng di Sekolah, kelas 1 ke panti asuhan, lalu dilanjutkan buka puasa dan Tarawih di Sekolah.

Mobil Lembaga sudah tiba di parkiran SD IH 02. Ada dua mobil yang dioperasikan untuk mengantarkan guru-guru dan murid-murid kelas 1 ke Panti Asuhan YBMI yang berlokasi  di Jl. Kedungmundu Lama RT 02 RW V Kecamatan Tembalang, Semarang.

Alhamdulillah perjalanan keberangkatan lancar. Jalanan belum begitu padat karena masih kurang dari waktu umumnya orang-orang berburu takjil.

Bu Eva dan Ustaz Adhit mendampingi 15 di mobil Hiace. Sisanya lima anak di mobil Innova bersama Pak Kambali, Bu Amik, Bu Nika, dan Ustaz Aruf.

“Anak-Anak, kita berdoa dulu,” ajak Ustaz Adhit.

Murid-murid menurut.

Bu Eva sengaja membiarkan anak-anak bergurau sembari menikmati perjalanan asal tidak berlebihan. Jika dirasa sudah berlebihan, Ustaz Adhit dan Bu Eva mengingatkan anak-anak.

“Teman-Teman, suaranya pelan-pelan. Boleh ngobrol sama teman sebelahnya supaya nggak perlu teriak-teriak,” tegur Bu Eva kepada anak-anak putra.

Mereka lantas tenang sebentar dan mengobrol dengan teman sebelahnya. Level suara dua mulai terdengar, tetiba Rafa menyelang.

Solawatan aja, yuk.”

Mereka lantas berselawat dengan semangat. Rafa tampak bersemangat sekali memimpin selawat. Murid-murid melantunkan selawat busyro. Bu Eva meyakini, ide yang Rafa ajukan itu karena kebiasaan.

Ketika di sekolah, saat ada waktu luang menunggu waktu salat atau menunggu kegiatan berlangsung, anak-anak diminta berselawat. Bapak/Ibu Guru bersyukur sekali, anak-anak bisa mengimplementasikan tanpa diperintah. Hal ini juga pernah dilakukan Tristan ketika field trip ke Taman Kelinci. Tak hanya Tristan dan Rafa, beberapa teman-temannya yang lainnya juga turut mengimplementasikan.

Satu per satu kebiasaan baik ditanamkan, termasuk selawat. Selain sadar salat, juga selawat untuk mengajarkan bahwa selawat sebagai ekspresi dari rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad saw.

Bagikan:
One thought on “Karena Kebiasaan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *