Bakda isya. Sebuah pesan WhatsApp masuk. Berisi kiriman foto anak yang memakai sarung sedang duduk bersila di atas sajadah. Empat menit berselang, chat cukup panjang mengekor. Berikut isinya:
“Cerita hari ini.
Kekaguman saya sama tim SD Hida 2. Entah cerita apa, dari siapa, Fillio selalu minta dibangunkan Tahajud dan (sahur) puasa. Baru wacana tapi mamanya gak tega membangunkan Tahajud.
Tadi pagi pas nglilir, pas mamanya salat, sudah gak bisa mengelak lagi. Fillio langsung pipis (karena nglilir mau pipis) lanjut ambil wudu dan salat.
Masyaallah, pingin nangis tadi. Masih selalu ngeyel minta puasa. Mamanya yang belum tega.
Matur nuwun, Bapak dan Ibu Guru. Perubahannya sangat drastis untuk Fillio 👍🏻👍🏻🙏🏻🥰.”
Biasanya ada getar rasa khawatir jika menerima chat panjang dari wali murid. Khawatir ada hal yang kurang berkenan. Alhamdulillah, sebelum chat panjang itu, ada kiriman foto, sehingga saya berkesimpulan chat panjang itu masih terkait foto yang dikirim. Ternyata benar adanya.

Bak tersiram embun pagi, hati ini berdesir sejuk membaca untaian kata dari pengirim pesan, Mama Fillio. Dalam benak, menurut saya tak ada hal khusus yang kami—para guru—lakukan di kelas.
Sebagaimana hari-hari yang telah berjalan, rutinitas pagi sebelum tahfiz, para guru menanyakan pelaksanaan salat wajib anak-anak. Pagi itu, ditanyakanlah salat Subuh. Ada yang angkat tangan, ada pula yang tidak angkat tangan karena belum melaksanakan salat. Beberapa anak yang telah angkat tangan menyampaikan jika mereka juga melaksanakan salat sunah yang lain. Ada yang salat sunah Fajar, Tahajud, dan/atau Witir.
Anak saleh salihah itu bersemangat menceritakan pengalaman mereka menunaikan salat sunah. Rupanya, semangat itu pun menjalar ke Fillio hingga ia terketuk hatinya.
Kembali saya cermati pesan di atas. Oh, ternyata, bukan hanya karena pengaruh teman-temannya. Hal paling kuat yang menyebabkan kebaikan ini adalah teladan orang tua. Ya, Fillio mengamati kebiasaan orang tuanya.
Saya jadi teringat apa yang disampaikan oleh seorang guru senior di SD Islam Hidayatullah, yang kala itu (2017) menjabat sebagai WKS Kurikulum: “Visi LPI Hidayatullah Semarang adalah Memadukan zikir, pikir, ikhtiar. Menyemai benih insan khairu ummah.” Beliau menganalogikan dengan proses penyemaian tanaman padi. Sekolah adalah lahan semai setelah bibit siap ditabur. Dalam proses semai itu ada penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan perawatan agar benih tumbuh subur sebagaimana seharusnya. Sisanya, keluargalah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak.

can i purchase prednisone without a prescription
mexican pharmacy what to buy
cost of valtrex
azithromycin 500 mg tablet buy online
azithromycin india
medication prednisone 20 mg
online pharmacy quick delivery
valtrex 500 mg coupon
prednisone 2.5 mg price
prednisone 20mg price
80 mg prednisone daily
can you buy prednisone online
azithromycin 500 mg tablet price
where can you buy prednisone
northern pharmacy canada
glucophage medicine tablets
metformin tablets in india
how much is valtrex in canada
your pharmacy online
uk pharmacy no prescription
where to get valtrex
go to my blog sollet
compare valtrex prices
valtrex singapore
prednisone in india
reputable indian online pharmacy
valtrex generic canada
buy azithromycin without prescription in united states
webpage MetaMask Sign In
mexican pharmacy what to buy
valtrex lowest price
pharmacy home delivery
купить ддос – ддос сервис, удалить информацию из интернета
ddos услуги – ddos услуги, ддос сервис
valtrex capsules
how to get azithromycin in usa
prednisone 30 mg price
buy valtrex without a prescription
buy cheap generic valtrex
best rated canadian pharmacy
prednisone 2.5 tablet
azithromycin pharmacy
azithromycin 250 mg no prescription canada
order zithromax online
zithromax without prescription
prednisone cream
azithromycin from india
best online pharmacy india
buy prednisone online nz
glucophage tablets 250mg