“Ustaz, nanti setelah kepulangan anak-anak, koordinasi BAQ sebentar sama saya, nggih, di ruang kelas 2,” instruksi Ustazah Layla.

“Baik, Ustazah,” jawab Ustaz Aruf.

“Tetapi saya ada tambahan mengaji sebentar dengan beberapa anak, ya, Ustaz, koordinasinya setelah itu.”

“Siap, Ustazah.”

Pukul 13.30. Suara bel kepulangan terdengar. Ustazah Layla segera menuju ke ruang kelas 2. Ustaz Aruf masih duduk di depan meja komputer mengerjakan anekdot anak-anak kelas 2.

Jam di layar monitor komputer menunjukkan pukul 13.45. Ustaz Aruf segera menuju ruang kelas 2. Ternyata Ustazah Layla belum selesai memberikan tambahan mengaji untuk beberapa anak. Ustaz Aruf pun tetap menunggu di kelas sembari membuat panduan mengaji dan hafalan untuk kelompok BAQ-nya.

Tepat setelah Ustaz Aruf selesai membuat panduan mengaji, tiba-tiba ada pesan WA masuk, ternyata Bu Arum—ibunya Cemara, “Assalāmu’alaikum wa rahmatullāhi wa barakātuh. Selamat siang, Ustaz. Ustaz ini Mbak Cemara sudah menanyakan panduan ngaji dan hafalan karena ingin belajar. Masalahnya nanti sore mau latihan Taekwondo.”

Wa’alaikumussalām wa rahmatullāhi wa barakātuh, Bunda. Masyaallah, Mbak Cemara semangat sekali. Siap, akan segera kami kirim panduan mengaji dan hafalannya, Bunda,” balas Ustaz Aruf.

“Iya, Ustaz. Begitulah Mbak Cemara. Maturnuwun, Ustaz.”

Masyaallah. Pantas saja Cemara mengajinya lancar. Ternyata selama di rumah, Cemara berusaha mengistikamahkan mengaji. Walaupun ada kegiatan lain, Cemara bisa mengatur waktu untuk mengaji. Mengaji menjadi rutinitas yang patut diprioritaskan. Alhamdulillah. Bapak dan Ibu Guru pasti merasa senang mengetahui itu.

Bagikan:
One thought on “Mengatur Waktu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *