Beberapa waktu lalu, seorang guru senior mengirimkan tautan artikel di atas kepada saya. Setelah saya baca, saya patut bersyukur. SD Islam Hidayatullah 02 masih konsisten mengawal kegiatan menulis. Pelajaran menulis terintegrasi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Di kelas bawah, para guru fokus pada keterampilan menulis teknis. Mulai dari menebalkan garis, menyalin garis, hingga akhirnya menulis huruf dan angka.
Bimbingan penulisan huruf dan angka pun tak sekadar menulis. Guru juga perlu memperhatikan arah penulisan tiap-tiap huruf dan angka. Pendampingan dan kontrol kepada anak-anak pun diupayakan.
Di sini juga diulas tentang betapa pentingnya pelajara menulis di SD: https://www.instagram.com/reel/DQGwYjzE8Yn/?igsh=MThvcDJ3dWFlaTU3bA==
Setidaknya, terdapat dua buah buku tulis yang dimiliki anak-anak di kelas. Buku berbilah tunggal dan buku berbilah tiga. Untuk latihan dan penguatan menulis teknis, anak-anak menggunakan buku berbilah tiga. Setiap huruf yang digoreskan mesti tepat posisinya, benar bentuk dan arah menulisnya.
Buku berbilah tunggal digunakan untuk menulis cerita keseharian mereka. Kami menyebutnya sebagai “buku harian”. Anak-anak dipersilakan menulis kisah ereka di sana. Apa pun. Kegiatan di rumah, di Sekolah, atau sekadar curahan perasaan.
Baca juga: https://kang-gw.blogspot.com/2025/05/sabar-dan-legawa.html
Di setiap akhir semester, tiap anak diwajibkan memiliki sebuah tulisan untuk dicetak. Tulisan itu diambil dari salah satu kumpulan tuisan yang ada di buku harian. Satu tulisan yang dipilih lantas ditulis ulang di kertas berbilah tiga. Kumpulan tulisan dari tiap-tiap kelas tersebut lalu dihimpun dan dicetak. Satu kelas satu buku. Satu tahun dua buku per kelas.

Tak hanya anak-anak, para guru pun tak ingin ketinggalan. Guru-guru juga berupaya untuk menulis. Tulisan tentang pengalaman belajar mereka dalam membersamai anak-anak. Selain untuk melatih keterampilan, menulis ini diikhtiarkan untuk berefleksi. Mengambil value dari peristiwa yang mereka alami. Semoga tahun ini guru-guru SD Islam Hidayatullah 02 kembali meluncurkan buku karya mereka. Guru menulis, anak-anak juga menulis.
