Kamis, 24 April 2025

Saya melirik arloji. Menunjukkan pukul 06.00. Saya bergegas meninggalkan kamar kos. Saya mampir di kedai nasi uduk dan membeli satu porsi. Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan menuju sekolah.

Oke,” suara mesin pencatat waktu.

Terekam, waktu kedatangan saya pukul 06.18. Saya bersegera memasuki ruang kelas 2 dan menyempatkan waktu untuk menyantap nasi uduk yang saya beli.

Hari ini, saya ditugasi Pak Kambali untuk menghadiri acara “Sosialisasi Kurikulum Satuan Pendidikan” yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang. Bertempat di Hotel Muria.

Sebelumnya, saya sempat mencari tahu letak Hotel Muria melalui aplikasi Google Maps. Tetapi saya tetap belum mendapatkan titik pasti di mana hotel itu berada. Maklum, saya bukan orang Semarang asli, walau saya sudah tinggal satu tahun di Semarang.

Akhirnya, saya tanyakan kepada Pak Kambali: siapa perwakilan dari SDIH 01. Ternyata Bu Naela. Pas sekali. Sebelumnya, saya juga pernah menghadiri acara bersama Bu Naela. Ini kali kedua.

Saya segera menghubungi Bu Naela, memasktikan apakah beliau bisa berangkat bersama saya. Kami berjanji untuk bertemu di lobi SDIH 01 pukul 07.45. Saya berangkat dengan mengendarai sepeda motor, begitu juga Bu Naela. Beliau sebagai pemandu jalan, saya mengikuti dari belakang.

Sekitar 30 menit perjalanan, kami belum juga sampai. Masih mencari letak hotel. Ternyata Bu Naela lupa letak pasti Hotel Muria. Kami coba minta bantuan Google Maps. Dan ternyata, … kami kebablasan. Sedangkan jalan yang kami lewati itu satu jalur. Mau tidak mau, kami harus putar balik lewat jalan lain.

Pukul 08.45, kami tiba di tempat. Kami diminta mengisi daftar presensi dan menyerahkan surat tugas. Setelah itu kami memasuki aula Hotel Muria di lantai dua. Kami sedang mencari tempat duduk. Tiba-tiba salah seorang panitia mengarahkan kami untuk mengisi bangku kosong yang terdapat di paling depan sebelah kanan. Kami mengikutinya. Saya duduk bersebelahan dengan Bu Naela. Samping kanan saya kosong.

Acara dibuka oleh pembawa acara. Setelah itu, menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Acara dipandu oleh narasumber bernama Bu Heny Titik Lestari, M.Pd., dan Pak Doni Riadi, S.Pd.I.

Bu Heny dan Pak Doni menjelaskan alur kegiatan. Seluruh peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing terdiri atas 10 orang. Setelah itu, kami diberi beberapa soal untuk pretest. Soal ditampilkan di layar proyektor. Peserta mengerjakan soal di atas kertas sticky notes warna-warni yang sudah dibagikan kepada setiap kelompok. Setelah itu, ditempel di kertas manila yang sudah dibagikan panitia.

“Bu, saya tadi jawab soalnya sedikit asal, karena saya tidak tahu,” ucap saya.

“Nggak apa-apa, Bu. Saya juga tidak sepenuhnya yakin jika jawaban saya benar,” jawab Bu Naela.

“Saya minder, Bu. Takutnya, cuma saya yang tidak bisa jawab. Kelihatannya yang di sini orang-orang berpengalaman semua.”

“Nggak apa-apa, Bu Yunita. Namanya juga belajar. Niatkan saja, njenengan ke sini untuk belajar. Mau salah, enggak tahu, itu wajar, karena kita masih belajar. Yang penting jangan minder. Percaya diri saja, Bu.”

“Oh, begitu, Bu? Bismillah, saya coba percaya diri.”

Setelah mendapat wejangan dari Bu Naela, saya menjadi lebih percaya diri. Walaupun usia dan pengalaman teman-teman lain lebih banyak, saya yakin, saya bisa seperti mereka semua. Hanya saja, saya masih dalam proses. Bismillah.

Bagikan:

Leave a Reply

Scan the code