Di tengah saya mengevaluasi beberapa anak, tiba-tiba seorang anak menyela dengan memanggil saya. Sebenarnya ia ingin apa, ya?
Selasa, (06/05/2025). Jam ke-1 dan ke-2, BAQ sesi 1: kelas 1. Ada empat kategori capaian di kelompok saya: lima anak jilid 6 dengan halaman yang sama, tiga anak jilid 5 dengan halaman yang sama, satu anak jilid 4, dan satu anak jilid 3.
Sebelumnya tiga anak jilid 5 dengan halaman yang sama usai menjalani tes kenaikan dari jilid 4. Mereka adalah Rafka, Kaisar, dan Agny. Rafka sudah naik jilid terlebih dahulu. Sedangkan Kaisar dan Agny harus tertunda walaupun akhirnya menyusul juga. Karena itu, capaian halaman mereka menjadi berbeda. Terpaut empat halaman. Saya harus segera menyamakannya.
Pelajaran BAQ hari ini berjalan lancar hingga akhirnya sampai pada tahap evaluasi. Sebagian besar anak-anak kelompok saya sudah terevaluasi. Menyisakan dua anak yang belum. Anak-anak yang sudah terevaluasi saya minta untuk mendaras halamannya lagi yang usai dievaluasi. Kalau sudah, dilanjutkan dengan menyimak bacaan temannya yang sedang dievaluasi.
Di tengah saya mengevaluasi dua anak yang belum, tiba-tiba Kaisar menyela, “Ustaz, saya sudah belajar halaman yang tadi. Saya ingin belajar lagi pada halaman berikutnya, ya?”
“Duh, saya jadi bingung. Tidak menyimak bacaan temannya yang sedang dievaluasi. Justru belajar pada halaman berikutnya. Kalau dipikir-pikir, sama-sama bagus. Apalagi waktu ini Kaisar masih tertinggal empat halaman dari Rafka. Mungkin mengizinkannya bisa jadi pilihan yang lebih bagus untuk saat ini,” batin saya.
Akhirnya saya mengizinkan Kaisar. Agny juga saya minta untuk mengikuti Kaisar.
Keesokan harinya, Kaisar dan Agny mengaji halaman capaiannya. Tampak lancar sekali. Evaluasi membutuhkan waktu yang cepat. Sehingga saya tambah satu halaman lagi. Usai dievaluasi, lagi dan lagi, Kaisar meminta izin. Sama dengan yang kemarin. Belajar pada halaman berikutnya.
Melihat kondisi Kaisar dan Agny yang sedang tertinggal, Kaisar membuat pilihan yang tepat. Solutif. Sebuah pilihan yang tak kalah bagus dibandingkan dengan tugas yang seharusnya ia dilakukan. Secara tak langsung, menjadi pengingat bagi saya. Bahwa suatu keadaan tertentu tidak harus sesuai dengan apa yang sudah berjalan. Jika ada alternatif yang lebih baik, bisa dicoba terlebih dahulu. Alhamdulillah, hasilnya saat ini capaian halaman Kaisar dan Agny sudah sama dengan Rafka. Dalam waktu singkat, keduanya dapat mengejar Rafka.
