“Pak Kukuh puasa?”

Nggih, Pak.”

Selain Pak Kukuh, Pak Aruf juga puasa pada Kamis (17/04/2025) itu. Saya mengetahui keduanya puasa setelah menanya. Saat itu semestinya terjadwal makan siang. Namun, keduanya tidak makan. Saya penasaran. Lalu menanyakannya.

Selepas jam makan siang, saya kembali ke ruangan. Sebelum melanjutkan tugas, saya sempatkan membuka HP. Ada pesan menarik dari Bu Shoffa. Di salah satu grup Telegram.

“Sejak Senin kemarin hingga hari ini (Kamis), Elqeil masih melaksanakan puasa. Ia mengaku puasa sunah di bulan Syawal.”

Elqeil belum balig. Ia murid kelas 1. Temuan Bu Shoffa di atas bukan kali pertama. Sebelumnya pun Elqeil sudah sering puasa. Amalan baik yang dilakukan Elqeil membuat perasaan saya tidak karuan. Campur aduk: malu, kasihan, bangga, sekaligus salut.

Di grup lainnya saya dapati lagi pesan yang senada. Dikirim oleh Bu Wiwik.

“Langit dan Fillio berpuasa sunah hari ini.”

Langit dan Fillio sama-sama murid kelas 3. Sebelumnya, saya sempat menerima info dari Bu Wiwik, sejak beberapa hari sebelumnya, Langit sudah bilang hendak puasa. Dan Kamis itu Langit melakukannya.

Baca Juga: Teladan Orang Tua

Setidaknya ada lima orang yang puasa di hari itu. Pak Kukuh, Pak Aruf, Elqeil, Langit, dan Fillio. Dua guru dan tiga murid. Masyaallah, guru dan murid kompak!

Mungkinkah guru dan murid tersebut sudah janjian?  Atau itu hanya kebetulan?

Ups, pertanyaan itu belum berhasil saya jawab. Namun, justru muncul lintasan lain di pikiran saya. Saya teringat salah satu pesan mubalig di acara halalbihalal dewan guru Pondok Pesantren Al Asror. Keteladanan lebih efektif dibanding metode pendidikan lainnya. Tak ada syarat, teladan guru harus dilihat secara langsung oleh muridnya. Meski tanpa sepengetahuan muridnya, teladan guru akan sangat membekas pada muridnya. Kok bisa? Memang tidak mudah untuk merasionalkannya. Apalai bagi orang yang seperti saya. Kemampuan akalnya terbatas.

Baca Juga: Tumbuh Kesadaran

Bagaimana dengan fakta dua guru tiga murid di atas? Kompak, sama-sama puasa. Apakah itu termasuk teladan guru yang membekas pada muridnya? Wallāhu a’lam.

Baca Juga: Pengaruh Guru

Bagikan:

Leave a Reply

Scan the code