Aqilaa mengetuk pintu ruangan saya. Sembari salam, ia berjalan menuju ke arah meja kerja saya. Setelah salim, ia bertanya, “Bu, tasnya dibereskan, gak?”
Kebiasaan setiap pagi: anak-anak mengeluarkan semua isi tasnya. Lalu menempatkannya sesuai SOP. Dalam sepersekian detik, saya terpaku.
“Kenapa Aqilaa menanyakan hal itu? Bukankah ia sudah hafal kebiasaan pagi setiba di kelas?” batin saya.
Pertanyaan saya segera terjawab saat melihat dan semringahnya wajah Aqilaa.
“Mbak Aqilaa bawa buku ngaji? Bawa alat tulis?” telisik saya.
Semua pertanyaan itu dijawab “tidak” oleh Aqilaa.
“Kalau bekal?”
“Bawa,” jawab Aqilaa.
“Oke. Mbak Aqilaa tidak perlu beres-beres. Nanti tasnya langsung dibawa ke bus saja,” jelas saya.
Aqilaa mengangguk. Ia pamit menuju kelasnya.
Beberapa menit berselang, saya menghampiri Aqilaa di kelasnya.
“Salat Duha, yuk!” ajak saya.
“Sebentar, Bu. Saya wudu dulu,” jawab Aqilaa.
Hari ini, Senin (13/04/2026), murid-murid kelas 2 terjadwal Field Trip. Mereka akan berkunjung ke Cimory Dairy Land on the Valley. Lokasinya di Bergas, Kabupaten Semarang. Tak dimungkiri, Field Trip merupakan salah satu kegiatan yang paling ditunggu anak-anak setiap tahunnya. Anak-anak sangat antusias menyambutnya. Bahkan beberapa hari sebelum keberangkatan, mereka sudah penasaran menanyakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan di sana.
Usai doa pagi, anak-anak bergegas bersiap wudu untuk salat Duha. Belajar dari pengalaman dua tahun lalu, saat Field Trip, Rama (sekarang kelas 3) melaksanakan salat Duha di lokasi kegiatan. Ia tidak ingin melewatkan waktu duha hari itu tanpa melaksanakan salat sunahnya. Sejak saat itu, Sekolah mengupayakan salat Duha dulu sebelum berangkat berkegiatan ke luar Sekolah.
Baca juga: Di Mana Pun
Aqilaa? Ya, dia kembali melaksanakan salat Duha. Dan itu sering dia lakukan. Salat Duha sebelum bel. Ditambah salat Duha bersama teman-teman sekelasnya sesuai jadwal. Keistikamahannya pernah diapresiasi oleh gurunya. Saat itu Aqilla beberapa kali mendapatkan “bintang” dan penghargaan lainnya.
Pukul 08.00, bus berangkat. Anak-anak sangat menikmati perjalanan. Salma, yang awalnya takut karena biasanya ia mengalami mabuk perjalanan, pun turut menikmati perjalanan. Ia memilih berdiri untuk mengurangi rasa mualnya. Bersyukur, Salma tidak mengalami mabuk perjalanan.
Setiba di lokasi, ternyata kami mesti menunggu. Jam operasional dimulai pukul sembilan. Kami tiba sekitar 20 menit lebih awal. Meski belum buka, kami tetap bisa masuk ke bagian belakang Cimory. Tepatnya di area pembelian tiket.
Saat yang ditunggu pun tiba. Anak-anak berpetualang mengelilingi Cimory. Dipandu oleh dua orang pemandu—Kak Nike dan Kak Adit. Kami diajak menyusuri mini zoo. Ada biawak, buaya, monyet, musang, merak, merpati, hingga kelinci. Para pemandu menjelaskan setiap binatang yang kami temui.
Setelah dari mini zoo, kami diarahkan menuju mini farm. Saya mengambil posisi di barisan paling belakang. Bermaksud memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Di mini farm, terdapat berbagai macam binatang ternak. Ada kuda, kambing, keledai, domba, unta, dan alpaca. Kami lantas dipandu menuju kandang sapi. Di sana, anak-anak akan memerah susu sapi.
Rute menuju kandang sapi agak menanjak. Saya memperlambat langkah. Sembari mengatur nafas, saya mengamati sekeliling. Hingga pandangan saya tertuju pada Fatih, Aqilaa, Adys, Alzam, dan Gabi. Dalam sepersekian detik saya terpaku. Sekaligus terpukau. Hingga semilir angin menyadarkan saya. Segera saya merogoh ponsel dari saku. “Sayang jika tak diabadikan,” batin saya.
Fatih dkk. tampak sedang mengantre di depan wastafel. Saya menghentikan langkah dan mengamati pemandangan indah itu. Teriknya matahari tak saya hiraukan. Ups, ternyata Sofie dan Amira juga turut mengantre. Keduanya datang belakangan. Dan tanpa diminta, Sofie dan Amira secara otomatis berdiri di belakang Gabi.
Saya kian terpukau tatkala mendapati anak-anak tersebut bersabar. Tak sedikit pun mereka mengeluh. Mereka tetap tenang dalam antrean hingga tiba pada giliran masing-masing. Kejadian ini mengingatkan saya pada hal serupa sekitar tiga tahun lalu. Kisah lengkapnya dapat dibaca pada tulisan berikut: https://sdislamhidayatullah02.sch.id/2023/03/28/penyemangat/
Bersyukur, ikhtiar membudayakan antre di Sekolah dibawa anak-anak hingga luar sekolah. Field Trip menjadi salah satu wahana untuk menguji ketangguhan anak-anak dalam menjaga kebiasaan baik itu. Senyum tersungging di bibir saya saat akhirnya menurunkan ponsel. Ada rasa bangga yang menyelinap di tengah deru nafas yang mulai teratur. Langkah kaki saya menuju kandang sapi terasa jauh lebih ringan. Membawa serta pelajaran berharga yang justru saya dapatkan dari mereka yang masih belia.
