Sambil menunggu jemputan pulang, beberapa anak masuk ruang guru pada jam kepulangan sekolah. Sekadar main atau mengajak bicara atau bercerita kepada Bapak/Ibu guru. Seorang anak mendekat ke saya. Ia izin untuk meletakkan tasnya di tempat yang lebih tinggi. Kenapa ia meminta izin demikian?
Jumat, (16/05/2025). Salah satu hari yang favorit. Hari yang dinanti-nantikan oleh anak-anak. Kelas 1 dan 2 ada kegiatan renang. Sedangkan kelas 3 ekstrakurikuler.
Jam kepulangan anak kelas 1 dan 2 pukul 13.30. Kecuali Jumat: pukul 14.00. Sedangkan kelas 3, tiap hari pulang pukul 14.00.
Jam di dinding ruang guru menunjukkan pukul 14.00. Lantunan doa pulang sekolah mulai terdengar. Tak berselang lama, suara hiruk pikuk anak-anak keluar kelas terdengar. Ada yang langsung dijemput. Ada juga yang masih menunggu jemputan. Sembari menunggu, sebagian ada yang bermain. Ke sana kemari menyusuri tiap sudut ruangan. Tak terkecuali ruang guru. Sering menjadi sasaran empuk anak-anak saat jam istirahat atau kepulangan.
“Asalamualaikum,” ucap beberapa anak yang masuk ruang guru.
Ada Valda. Tiba-tiba ia mendekat ke saya, “Ustaz, saya izin mau menaruh tas saya di tempat yang lebih tinggi, ya.”
Sontak, pikiran saya langsung bertanya-tanya, “Kenapa Valda ingin menaruh tasnya di tempat yang lebih tinggi?”
Belum sampai saya tanya, Valda langsung menyambung kalimatnya, “Soalnya, di dalam tas saya ada Al-Qur’annya, Ustaz.”
Mak Deg. Saya terkejut. Heran. Takjub. Anak seumuran Valda sudah berpikir sejauh itu. Menghormati mushaf Al-Qur’an. Menjaga mushaf Al-Qur’an biar tidak di bawah. Walaupun mushaf Al-Qur’annya berada di dalam tas. Tetap tidak boleh berada di bawah. Apakah sebenarnya ini sebuah peringatan bagi saya untuk lebih berhati-hati?
Tidak hanya Al-Qur’an saja sebenarnya. Buku atau kitab apa pun juga tidak boleh ditaruh sembarangan. Karena di dalam buku atau kitab ada ilmu yang sangat berharga. Adab terhadap kitab atau buku juga salah satu jalan meraih keberkahan ilmu. Apalagi mushaf Al-Qur’an. Kalam Ilahi. Lembaran-lembaran yang suci nan sakral. Penuh makna. Pedoman hidup umat manusia.
