Anak-anak menyambut hari pertama sekolah setelah libur 3 hari dengan wajah berseri. Ini menunjukkan bahwa mereka antusias dan siap untuk memulai kembali kegiatan belajar di sekolah.
Kebetulan, hari ini ada pergantian jam pelajaran. Seharusnya BAQ terjadwal di jam ke-1 dan ke-2 kini dialihkan di jam ke-7 dan ke-8. Beberapa anak menanyakan, “Bu, BAQ-nya, kapan?” karena jam ke-1 dan ke-2 diisi pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah jam pelajaran Bahasa Indonesia usai, dilanjut pelajaran Matematika.
Saat pelajaran Matematika akan dimulai, Sultan berlari ke luar kelas. Ternyata, ia tidak mendengar saat Bu Puput mengatakan kalau BAQ dialihkan di jam ke-7 dan ke-8. Sultan pun menuju kelompok BAQ-nya. Sepi. Ia kembali masuk kelas dan menghampiri saya.
“Bu, BAQ-nya kapan, sih?” tanya Sultan
“Nanti, Sul, setelah istirahat ke-2.”
“Yah, buku prestasinya Sultan baru loh, Bu. Sultan mau kasih lihat Ustaz Adhit.”
Ternyata, Sultan ingin segera menunjukkan buku prestasi barunya kepada Ustaz Adhit. Karena saat pergantian jam pelajaran Matematika Sultan keluar kelas, jadi saat ia kembali, teman-teman sudah mulai duduk di karpet. Sultan terlambat. Ia kemudian menempatkan diri di kursi.
Bu Shoffa memberikan kesempatan kepada Sultan untuk bergabung di karpet. Sultan menolak. Saya berusaha mendekati dan merayu Sultan. Berhasil, Sultan mau bergabung duduk di karpet. Tidak bertahan lama, Sultan kembali menghampiri saya.
“Bu, waktu Sultan izin dua hari, Sultan tertinggal mengerjakan tugas, gak?”
Saya pun terdiam sesaat, sedikit kaget dengan pertanyaan Sultan. Tidak biasanya Sultan menanyakan tugas yang tertinggal.
“Ada, Sul, tugas Bahasa Indonesia, Sultan belum mengerjakan ini,” jawab saya sembari menyerahkan lembar kerja.
“Sultan mau mengerjakan ini, ya, Bu.”
“Boleh, tapi setelah ini Sultan mengerjakan Matematika, ya?”
“Tapi, Sultan bosan, pengin menulis.”
“Sekali ini saja, ya. Lain kali Sultan mengerjakan tugas sesuai mata pelajarannya.”
“Iya, Bu.”
Sultan sering kali merasa bosan saat pelajaran. Biasanya ia mengatasi rasa bosan dengan menggambar di buku tulisnya. Namun, beberapa waktu terakhir, ia lebih memilih kegiatan yang lebih produktif. Seperti melanjutkan tugas yang belum selesai, berlatih menulis tegak bersambung, dan menulis cerita di lembar garis tiga.
Tidak mengapa. Tidak perlu terburu-buru. Sultan sedang dalam proses menjadi lebih baik. Proses menjadi lebih baik membutuhkan waktu. Sultan sudah berusaha. Itu sudah merupakan langkah yang baik.
Baca juga: Ketagihan
