Saya tiba di Sekolah pukul 06:15. Saya kira, saya datang lebih gasik berbanding murid kelas 2. Salma dan Vira ternyata lebih gasik dari saya. Salma dan Vira bersalaman dengan saya di selasar kelas. Saya menuju ke kelas 2. Lampu dan AC sudah menyala.
“Siapa tadi yang menyalakan lampu dan AC?” tanya saya kepada Vira dan Salma.
“Saya, Bu,” jawab Salma.
“Terima kasih, Salma,” ucap saya.
“Salma, gasik sekali berangkat sekolahnya, dari rumah sudah sarapan?” imbuh saya.
“Sudah, Bu. Saya bawa bekal cemilan, Bu.”
Saat sedang berbicara dengan Salma, saya melirik ke arah Vira. Vira sedang memilih buku di rak buku kelas. Setelah selesai memilih buku, Vira duduk di kursi. Tak berselang lama, Salma meninggalkan meja saya. Salma ikut memilih buku di rak. Setelah mendapatkan buku sesuai pilihannya, ia duduk di samping Vira. Mereka tampak asik dan saling memperlihatkan buku yang sedang dibaca. Aya datang, lalu bersalaman dengan saya. Lalu melihat ke arah Vira dan Salma yang sedang membaca. Setelah selesai beres-beres, Aya ikut bergabung dengan Vira dan Salma untuk membaca buku. Pemandangan yang menyejukkan. Waktu masih menunjukkan pukul 06:25 WIB. Tentu saja bel masuk masih lama. Salma, Vira, dan Aya memanfaatkan waktu untuk membaca.
Salma, Vira, dan Aya suka sekali membaca. Mereka selalu meluangkan waktu untuk membaca. Saat istirahat atau setelah menyelesaikan lembar kerja dari bapak/ibu guru. Setiap hari pasti ada buku yang mereka baca. Anak kelas 2 yang sudah selesai membaca buku, berhak mendapatkan daun untuk ditempelkan di pohon ilmu. Daun ilmu diberikan sebagai apresiasi bagi anak yang telah membaca buku. Sebelum memberikan daun ilmu, saya meminta anak untuk menunjukkan buku dan menceritakan ulang buku yang telah dibaca. Hal itu saya lakukan untuk memastikan anak paham isi buku yang mereka baca, bukan hanya karena untuk mendapatkan daun ilmu.

