Braaaaakkk… ,  suara botol minum terjatuh.

Suara itu mengagetkan sebagian orang yang mendengarnya. Seorang anak yang sedang berjalan di depannya seketika mengambil botol minum itu.

“Ini punya siapa, ya?” tanyanya.

“Punya saya,” pemiliknya.

Jumat, 14 Maret 2025. Puncak dari rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan di SDIH 02. Kafilah Dakwah SMAHA, buka puasa bersama, dan salat Tarawih bersama. Sedangkan untuk kelas 3, kegiatan dilanjutkan dengan mabit, qiamulail, dan sahur bersama di sekolah.

Hari itu, masuk sekolah pukul 14.45. Setibanya di sekolah, disambut oleh hujan rintik-rintik. Suasana menjadi adem dan sejuk. Dimulai dengan melantunkan doa belajar, kemudian persiapan jemaah salat Asar. Usai salat, anak-anak berkumpul di lobi—tempat Kafilah Dakwah SMAHA.

Sembari menunggu tim Kafilah Dakwah SMAHA datang, kegiatan diisi dengan pembagian hadiah collaborative camp. Beberapa menit kemudian, tim Kafilah Dakwah datang. Kegiatan pun dilanjutkan oleh tim Kafilah Dakwah.

Waktu terasa berjalan dengan begitu cepat. Azan Magrib mulai berkumandang. Semua berkumpul di kantin. Untuk segera membatalkan puasa dengan takjil yang sudah disiapkan. Usai menikmati takjil, dilanjut dengan jemaah salat Magrib.

Waktu untuk makan besar tiba. Anak-anak segera mengantre untuk mengambil makanan. Setelah mengambilmakanan, anak-anak pun segera menikmatinya.

Di tengah suasana gembira anak-anak yang sedang menikmati hidangan, tiba-tiba suara botol terjatuh menyela. Sebagian terdiam. Terkejut. Kaget. Mika, yang sedang berjalan di depan botol yang terjatuh, tanpa berpikir panjang seketika mengambilnya. Dengan raut wajah yang polos dan suara kecil nan halus, Mika menanyakan siapa pemilik botol itu. Gibran menjawabnya bahwa botol itu miliknya. Tak lupa ucapan terima kasih pun menyertainya.

Kejadian itu tepat di depan saya, yang sedang duduk dan menikmati hidangan bersama sebagian anak-anak. Tak terduga saya disuguhi oleh aksi Mika. Saya terkesima. Kagum. Dengan raut wajah polosnya, seperti tergambar bahwa Mika melakukannya dengan penuh keikhlasan. Tanpa berpikir panjang, Mika dengan tanggap mengambil botol yang terjatuh. Itulah salah satu cerminan sikap seorang mukmin: menolong. Kebaikan sekecil apa pun pasti akan mendapat balasan yang terbaik dari Allah. Terlebih di bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Masyaallah. Aksi yang bagus, Mika!

Bagikan:

Leave a Reply

Scan the code