“Bu Puput, saya boleh gak lanjutin mewarnai batik?”
Pukul 09.15. Waktu istirahat tiba. Sebagian anak langsung menuju halaman untuk bermain bola. Dan Sebagian lagi tetap di kelas untuk menyelesaikan makan bekalnya. Salah satu anak menghampiri saya.
“Ada apa, Langit?”
Ya, anak tersebut adalah Langit. Teman-temannya memanfaatkan jam istirahat untuk bermain. Namun, Langit justru minta izin untuk melanjutkan mewarnai gambar batiknya.
“Langit sudah selesai makan bekalnya?” tanya saya.
“Sudah, Bu.”
“Oke, Bu Puput berikan, tapi hanya sampai jam istirahatnya selesai ya.”
“Sampai jarum panjangnya di angka berapa, Bu?”
“Jarum panjang di angka 6, boleh dikumpulkan ke Bu Puput lagi.”
“Oke, Bu.”
Baca juga: Pahala Jariah-2
Langit mengambil lembar gambar batik. Lalu ia segera duduk di kursinya dan mulai mewarnai. Sejurus kemudian, Haqqi datang menghampiri saya.
“Bu, saya boleh ikut melanjutkan mewarnai, gak?” tanya Haqqi.
“Boleh, dong. Ini punya Haqqi.”
“Makasih, Bu.”
“Sama-sama, Nak.”
Haqqi pun turut duduk bergabung dengan Langit untuk mewarnai bersama. Di tengah mewarnai, Langit berseru “Yey, aku dapat pahala jariah!”
“Pahala jariah apa, Langit?” tanya saya.
“Aku, kan, melanjutkan mewarnai. Haqqi juga ikut mewarnai. Jadilah aku dapat pahala jariah!” seru Langit.
“Masyaallah.”
Sebagaimana yang diajarkan di Sekolah, barang siapa yang melakukan kebaikan dan kebaikan tersebut diikuti orang lain, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.
Alhamdulillah, sedikit demi sedikit, apa yang diajarkan di Sekolah mulai tertanam di hati anak-anak, salah satunya Langit. Semoga Langit senantiasa terus berbuat baik dan dapat menjadi contoh bagi teman-temannya.
Baca juga: Pahala Jariah
