SD Islam Hidayatullah, Tahun Pelajaran 2018/2019

Hal kecil namun bermakna besar. Itulah yang tergambar dari foto di samping. Foto ini ditangkap oleh sang Bunda saat hendak menjemput ananda kala itu.

Rayyan namanya. Salah satu siswa yang mengedepankan adab dalam berperilaku. Tak hanya dalam foto ini, ia pun selalu berusaha bersikap sesuai tuntunan adab islami dalam interaksi di kelas. Konon, di kelas di mana Rayyan menjadi salah satu muridnya, sang guru selalu menelan “pil juwèh anti jêlèh” agar siswanya membiasakan adab yang baik dalam tutur dan laku.

Suatu waktu, sang guru sengaja membiarkan siswa berjalan di depannya tanpa membungkuk dan pamit saat hendak ke kamar mandi. Umpannya berhasil ditangkap oleh siswa lain, “Bu, si A tidak membungkuk dan tidak pamit.” Alhamdulillah, jurus andalannya berhasil! Siswa di kelasnya berhasil menjadi agen pengingat kebaikan. Maka, kembalilah si A tadi ke tempat duduknya lalu mengulang kegiatan pamitnya sesuai prosedur yang disepakati.

Ada kisah yang lain. Seusai pelajaran TIK, para siswa berjalan dari laboratorium komputer menuju ruang kelas. Ketika itu mereka menempati ruang kelas 4 di lantai 2. Salah satu siswa kelas 4 mengalami kecelakaan hingga harus memakai kursi roda. Untuk naik turun tangga tentu tidak memungkinkan baginya. Sampai di kantin, Kenzie melihat ada plastik bungkus makanan di depannya. Ia lalu memungut dan memasukkannya ke tempat sampah. Sang guru, yang berjalan di belakang murid tersebut, merasa terharu.

Setiba di kelas, semua siswa duduk di karpet. Sang guru menceritakan apa yang dilihatnya kepada siswa di kelasnya. Si tokoh yang diceritakan tersenyum malu-malu saat teman-temannya memberikan apresiasi berupa tepuk tangan. Ia berjanji akan berusaha istikamah menjalaninya. Berkat kepeduliannya itu, Kenzie mendapat gelar “Duta Kebersihan”.

Beberapa waktu berselang, sang guru menerima umpan balik penilaian supervisi kelas dari salah satu supervisor. Beragam masukan tertulis secara detail di setiap aspek yang diamati, hingga pada salah satu aspek tertulis: Kesantunan anak-anak (salah satu indikasinya: membungkukkan badan ketika berjalan di depan orang dewasa) sungguh terasa sebagai oasis di “gurun peradaban yang gersang”. Guru itu pun bahagia sekaligus bingung. Ya, ia merasa tidak ada yang istimewa dari perilaku siswanya hari itu.

Di kesempatan lain, pimpinan sekolah berbincang dengan guru tersebut. Beliau bertanya tentang hasil supervisi dengan fokus pembicaraan yang sama. Beliau menggali informasi tentang treatment yang telah dilakukan sehingga kelas tersebut dianggap memiliki tingkat kesantunan sebagaimana dijelaskan di atas. Pertanyaan itu dijawab enteng oleh sang guru. Ia melakukan hal yang seharusnya dilakukan, sama saja dengan yang dilakukan pada kelas yang diampu sebelumnya. Tentu jawaban tersebut tak cukup memuaskan sang penanya. Pembicaraan berlanjut hingga berujung pada satu kesimpulan, yakni konsistensi.

Ya, konsistensi; sebagaimana yang disampaikan pada tulisan “Tugu Sastra” salah satu guru di SD Islam Hidayatullah; ngombé pil juwèh anti jêlèh-lah yang selalu menjadi pengingatnya menuju konsistensi. Sang guru berujar bahwa jika konsistensi ini benar-benar dikawal, maka para siswa akan menjadi agen-agen pengingat kebaikan bagi teman maupun lingkungannya. Semoga.

Bagikan:
420 thoughts on “Pil Juwèh Anti Jêlèh”
  1. Надеюсь, что эти дополнительные комментарии принесут ещё больше позитивных отзывов на информационную статью!

  2. Today, while I was at work, my sister stole my iphone and tested to see if it can survive a 40 foot drop, just so she can be a youtube sensation. My apple ipad is now broken and she has 83 views. I know this is entirely off topic but I had to share it with someone!

  3. I am really impressed with your writing skills as neatly as with the format to your blog. Is this a paid theme or did you modify it yourself? Anyway keep up the nice quality writing, it’s uncommon to see a great weblog like this one today..

  4. Pretty nice post. I just stumbled upon your weblog and wished to say that I have truly enjoyed browsing your blog posts. After all I will be subscribing to your rss feed and I hope you write again very soon!

  5. Hi, I think your website might be having browser compatibility issues. When I look at your website in Chrome, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, excellent blog!

  6. Автор старается представить информацию нейтрально, чтобы читатели могли самостоятельно оценить представленные факты.

  7. Does your website have a contact page? I’m having a tough time locating it but, I’d like to send you an e-mail. I’ve got some suggestions for your blog you might be interested in hearing. Either way, great blog and I look forward to seeing it grow over time.

  8. Это помогает читателям получить полную картину и сформировать собственное мнение на основе предоставленных фактов.

  9. Читателям предоставляется возможность ознакомиться с различными аспектами темы и сделать собственные выводы.

  10. Hey There. I found your blog using msn. This is an extremely well written article. I’ll make sure to bookmark it and come back to read more of your useful info. Thanks for the post. I will certainly return.

  11. I do trust all the ideas you have introduced on your post. They’re very convincing and will definitely work. Nonetheless, the posts are too short for novices. Could you please lengthen them a bit from next time? Thank you for the post.

  12. Автор старается оставаться нейтральным, чтобы читатели могли самостоятельно рассмотреть различные точки зрения и сформировать собственное мнение. Это сообщение отправлено с сайта https://ru.gototop.ee/

  13. Thanks for ones marvelous posting! I actually enjoyed reading it, you might be a great author. I will always bookmark your blog and will often come back in the future. I want to encourage that you continue your great work, have a nice holiday weekend!

  14. Автор статьи предоставляет информацию, подкрепленную надежными источниками, что делает ее достоверной и нейтральной.

  15. Статья содержит достаточно информации для того, чтобы читатель мог получить общее представление о теме.

  16. Pretty section of content. I just stumbled upon your site and in accession capital to assert that I acquire in fact enjoyed account your blog posts. Anyway I will be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently quickly.

  17. Hi, I think your site might be having browser compatibility issues. When I look at your blog in Opera, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, terrific blog!

  18. Hello there, just was alert to your weblog via Google, and found that it is truly informative. I am gonna be careful for brussels. I will be grateful should you continue this in future. A lot of other people will likely be benefited out of your writing. Cheers!

  19. Howdy! Someone in my Facebook group shared this site with us so I came to give it a look. I’m definitely loving the information. I’m bookmarking and will be tweeting this to my followers! Fantastic blog and excellent design and style.

  20. Мне понравилось, как автор представил информацию в этой статье. Я чувствую, что стал более осведомленным о данной теме благодаря четкому изложению и интересным примерам. Безусловно рекомендую ее для прочтения!

  21. Это позволяет читателям самостоятельно сделать выводы и продолжить исследование по данному вопросу.

  22. Я хотел бы поблагодарить автора этой статьи за его основательное исследование и глубокий анализ. Он представил информацию с обширной перспективой и помог мне увидеть рассматриваемую тему с новой стороны. Очень впечатляюще!

  23. Masyaallah. Saya bisa memetik beberapa pelajaran berharga dari cerita pengalaman di atas.
    1. Karakter itu tidak cukup dengan diajarkan, tetapi mesti ditularkan. Penular pertama tentu si pendidik. Dalam hal ini pendidik menempati posisi “ing ngarsa sung tuladha” (di depan, sebagai pemimpin, ia memberikan teladan).
    2. Pendidikan karakter itu tidak cukup dengan menjadikan murid-murid sebagai objek, tetapi mesti melibatkan mereka sebagai subjek. Anak-anak diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi “malaikat” bagi teman-temannya. Di sini pendidik mengambil posisi “ing madya mangun karsa” (di tengah, ketika membaur bersama murid-murid, ia membangun prakarsa/inisiatif).
    3. Murid yang sudah memiliki kebiasaan baik (karakter mulia) diapresiasi secara proporsional. Menceritakan kebaikan murid kepada teman-temannya itu apresiasi yang berdampak promotif, jauh melampaui pujian basa-basi ataupun hadiah materi. Dengan demikian, pendidik memainkan peran “tut wuri handayani” (di belakang, ketika menyaksikan keberhasilan murid, ia memberikan penguatan).
    Saya yakin, 86.400 butir “pil juweh antijeleh” per hari akan membuat guru pelaku cerita dalam tulisan di atas akan istikamah menjadi pendidik karakter, di mana pun dan kapan pun bertugas. Insyaallah, guru-guru sejawatnya pun tidak sulit untuk mempraktikkan pendidikan karakter berkat kehadiran model di sekolahnya.
    Every teacher is a character educator. Jika peran ini mendarah daging di jiwa setiap guru, tak pelak lagi, every school is school of character. SD Islam Hidayatullah 02 layak menjadi yang pertama.

Leave a Reply

Scan the code