Penilaian Akhir Tahun (PAT) hampir tiba. Anak-anak pasti sibuk belajar. Di sisi lain, mereka juga harus mempersiapkan Ekshibisi Akhir Tahun. Ekshibisi akan menampilkan hasil pembelajaran berbagai mata pelajaran. Salah satunya, tari Dindin Badindin, tarian daerah Sumatra Barat. Tarian ini sudah diajarkan dalam pelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Jadi, mereka relatif masih ingat gerakan dan urutannya. Namun, mereka tetap butuh latihan lagi. Harapannya, mereka bisa tampil kompak dan rampak.

Enam murid putri direncanakan tampil menari Dindin Badindin alias Indang. Mereka adalah Kalynn, Nadia, Cemara, Najwa, Naren dan Adia. Saya sempat ragu, jangan-jangan anak-anak akan bosan. Tarian yang sama pernah mereka tampilkan di depan kelas. Dulu, semester 1.

Alhamdulillah, dugaan saya salah. Rencana menampilkan tari Indang dalam Ekshibisi mereka sambut dengan antusias. Bahkan, di setiap waktu luang, mereka menagih untuk latihan. Sayang, menjelang PAT banyak tugas yang harus diselesaikan guru. Salah satunya, membuat soal. Akibatnya, saya belum bisa mendampingi mereka latihan.

Di sela-sela PAT hari pertama, saya mengajak anak-anak latihan. Dengan antusias mereka mengatur formasi dan gerakan tari. Mereka juga tekun mengulang-ulang latihan untuk menghafal urutan gerakannya.

Setelah lima kali latihan, mereka menguasai gerakan tarinya. Mereka juga hafal urutannya. Mereka sudah dapat berlatih tanpa bantuan video. Iringan musik sudah cukup sebagai panduan.

Gladi kotor dijadwalkan Senin, 16 Juni 2025. Sementara, gladi bersihnya Selasa. Namun, Ahad pagi saya mendapat informasi, kalynn gagal ikut tampil. Dia sakit. Karena berkurang satu personel, formasi penari harus diadaptasi.

“Bu, Kalynn sedih, lo, karena gak bisa ikut Ekshibisi,” lapor beberapa temannya.

Status WhatsApp mama Kalynn mengonfirmasi berita itu.  “Nangis karena gak bisa ikut perform besok Kamis. Gak pa-pa sayang, nanti Dindin Badindin depan Ibu,” tulisnya.

Saya turut prihatin. Betapa tidak! Sejak awal latihan, Kalynn termasuk yang paling bersemangat. Apa boleh buat! Rencana manusia mustahil melampaui ketetapan Allah. Kalynn sudah menunjukkan semangat dan kesungguhan luar biasa. Kontribusinya selama proses latihan patut diapresiasi. Di sana tercermin niat yang begitu kuat. Dan, bukankah nilai perbuatan ditakar berdasarkan niatnya?

 

Baca juga: Langkah Kecil, Peran Tanpa Batas

Bagikan:

Leave a Reply

Scan the code