Tepat sehari sebelum penerimaan rapor tengah semester, anak-anak masih masuk sekolah. Saat itu waktu kepulangan sekolah. Kennard sedang berjalan menuju ruang guru sambil membawa buku prestasi mengaji. Kemudian berpapasan dengan Ustaz Aruf.

“Mau ke mana, Ken?” tanya Ustaz Aruf.

“Mau ketemu Ustaz Adhit, Ustaz,” jawab Kennard.

“Wah, habis naik jilid ya, Ken?”

“Iya alhamdulillah ustaz. Ustaz Adhit ada di mana, Ustaz?”

“Selamat ya, tambah semangat mengajinya! Ustaz Adhit ada di situ, Ken.”

Kemudian Kennard menemui Ustaz Adhit.

***

Jumat, 22 Maret 2024. Penerimaan rapor tengah semester. Saat itu, Ustaz Aruf sedang berjaga di meja presensi. Tiba-tiba Kennard mendekat dan bertanya, “Ustaz, jilid 6 itu mudah apa sulit?”

“Insyaallah mudah, Kennard. Belajarlah yang rajin ya!”

Mendengar jawaban Ustaz Aruf, Kennard pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

***

Pekan setelah penerimaan rapor tengah semester berlangsung. Kegiatan belajar mengajar sudah mulai normal kembali. Suatu hari, saat kepulangan anak, Ustaz Aruf berjalan di depan ruang kelas 2. Ustaz Aruf menengok dari pintu. Lihat pemandangan yang epik. Qaleed dan Kennard sedang mendaras jilidnya. Kennard membaca jilidnya, sedangkan Qaleed menyimaknya. Mereka melakukannya sambil menunggu jemputan pulang.

Masya Allah. Kennard beberapa kali menunjukkan sikap antusias dalam mengaji. Kennard tak sabar untuk belajar jilid baru. Bahkan, Kennard meminta bantuan Qaleed untuk mengajar dan menyimak bacaannya pada jilid yang baru. Alhamdulillah, Bapak dan Ibu Guru merasa sejuk melihatnya. Pertahankan ya, Kennard!

Bagikan:
243 thoughts on “Antusias (3)”

Leave a Reply

Scan the code