Kue Sabrina
Tak ada nasi. Istri sedang pergi. Saya di rumah hanya sendiri. Speaker masjid sudah berbunyi. Waktu magrib tak lama lagi. Apa yang mesti saya lakukan untuk ta’jīlu al-fiṭri? Maksud hati…
Terwujudnya Generasi “GOLD”, Menuju Insan Khoiru Ummah
Tak ada nasi. Istri sedang pergi. Saya di rumah hanya sendiri. Speaker masjid sudah berbunyi. Waktu magrib tak lama lagi. Apa yang mesti saya lakukan untuk ta’jīlu al-fiṭri? Maksud hati…
Ini pilihan yang sama-sama beratnya. Keduanya sama-sama tinggi risikonya. Inikah yang disebut buah simalakama? Saat itu Pak Adhit melaporkan, Sabtu (21/12/2024) Habib Shaleh tidak bisa. Beliau menawarkan Ahad (22/12/2024). Pak…
“Asalamualaikum.” Saat mendengar salam itu, saya masih posisi duduk. Membelakangi sumber suara—pelafal salam. Sembari berputar, membalikkan badan, saya menjawab salam tersebut. Dengan suara datar dan sikap wajar. Begitu balik badan,…
Saya lupa. Terus, mau bagaimana? Kalau mengikuti kebiasaan, berarti saya harus mencari akar masalahnya. Ya, setidak-tidaknya terdeteksi pemicu masalahnya. Di titik itulah yang sangat krusial. Saya kategorikan dua kemungkinan: apa…
Gedung baru. Januari 2025 insyaallah mulai digunakan. Saya dan teman-teman perlu membaca Al-Qur’an di gedung itu terlebih dahulu. Ups, ada Pak Aruf dan Bu Shoffa. Berarti, lebih baik bil-gaib—membaca tanpa…
“Hah! Sudah 12.50!” gerutu saya. Benar-benar lucu. Saya sendiri yang mengajak berangkat pukul 12.45, tetapi saya pula yang baru bisa keluar ruangan pukul 12.50. Saya bergegas keluar ruangan. Menuju ruang…
Ternyata saya masih mudah kemrungsung. Saya merasa sudah sering latihan. Kenyataannya: hari itu masih kemrungsung. Bahkan, sangat kemrungsung. Berarti, latihan saya belum tuntas. Ups, atau jangan-jangan sering latihan itu hanya…
Sebetulnya saya sangat ingin menyaksikan langsung kegiatan itu. Namun, apa boleh buat, bebarengan dengan acara lain: rapat. Saya harus menghadiri rapat tersebut. Sempat terpikir untuk mengganti pelaksanaan kegiatan itu di…
“Saya dulu takut sama Pak Kambali. Itu waktu di MTs,” keluh Sun’an. “Kenapa?” tanya saya. “Pak Kambali waktu di MTs dikenal galak. Semua murid takut. Bahkan, teman-teman yang paling preman…
“Alhamdulillah,” batin saya. Saya lihat jam dinding. Pukul 08.20. Tiba-tiba saya ingat: pukul 08.30 saya punya janji. Bertemu anak-anak kelas 3. Berarti masih ada waktu 10 menit. Saya harus manfaatkan…