Senin, (16/05/2025). Hari pertama anak-anak latihan rebana untuk persiapan Ekshibisi Akhir Tahun 2024/2025. Saya dan Ustaz Adhit baru sempat mendampingi latihan. Pekan sebelumnya saya dan Ustaz Adhit mengikuti Penguatan Tahsin dan Tilawah metode Ummi di LPIH.

Setelah tahfiz pagi, anak-anak dipersilakan untuk berlatih sesuai dengan atraksinya masing-masing. Anak-anak rebana sudah tak sabar untuk memulainya. Mungkin sudah rindu dengan latihan rebana karena sudah 2 pekan ekstrakurikuler rebana diliburkan. Mereka langsung mendekat ke saya untuk mengajak latihan. Kami pun langsung menuju ke musala—tempat latihan rebana. Latihan saya mulai terlebih dahulu. Sedangkan Ustaz Adhit akan menyusul kemudian. Beliau masih menyiapkan alat pelantang suara di lobi. Latihan berjalan dengan antusias. Alhamdulillah, cukup lancar. Tinggal penguatan dan finishing.

Di tengah-tengah latihan, tiba-tiba seorang anak minta izin kepada saya. Ia ingin minum di kelas terlebih dahulu. Saya mengizinkannya. Beberapa temannya menyusulnya. Akhirnya saya putuskan untuk sekalian memberikan waktu istirahat. Semua anak keluar musala, kecuali satu: Rendra. Ia salah seorang anggota backing vocal. Ia masih duduk dengan tegak. Tangan kanannya memegang teks syair lagu. Ia seperti sedang membaca teks syair lagu itu. Saya penasaran. Akhirnya saya mendekat.

Ternyata benar. Rendra sedang berlatih lagi. Saya pun membantunya. Sampai beberapa kali pengulangan. Bahkan sampai Ustaz Adhit datang, ia masih berlatih.

Masyaallah. Semangat sekali anak ini. Sampai merelakan waktu istirahatnya untuk berlatih. Itulah jiwa seorang penuntut ilmu. Murid. Mempunyai jiwa pejuang. Berjuang dengan gigih. Tanpa menyerah. Melihatnya, saya menjadi termotivasi untuk lebih bersemangat.

Bagikan:

Leave a Reply

Scan the code