Senin (17/02/2025)
Senin pagi ini, pelajaran jam pertama adalah Matematika. Setelah pelajaran Matematika, dilanjut dengan BAQ. Anak-anak segera menuju kelompok BAQ mereka masing-masing. Di kelompok saya, terdapat tiga anak: Deva, Rayya, dan Rendra. Tiga anak ini memiliki ciri khasnya masing-masing.
Deva, si anak yang mudah bosan. Dari cerita yang saya terima, Deva merasa bosan saat BAQ. Karena harus menyimak teman-temannya, tanpa ada aktivitas lain. Baginya, kegiatan itu terlalu monoton dan membosankan.
Rayya adalah anak yang sangat suka bercerita. Sebelum BAQ dimulai, ia selalu menyempatkan untuk berbagi pengalaman dan cerita tentang apa yang telah ia lihat atau alami. Selain itu, Rayya juga dikenal sebagai anak yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Meskipun harus mengulang-ulang bacaannya yang belum tepat, ia tetap semangat dan terus mencoba hingga berhasil mengucapkannya dengan benar.
Rendra adalah anak yang paling semangat saat mengaji. Terbukti, dari suaranya yang selalu paling lantang di antara teman-temannya. Ia juga menunjukkan kemampuan yang baik dalam menghafal ayat-ayat. Namun, di balik semangatnya, Rendra memiliki hati yang lembut dan mudah tersentuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan pendekatan yang hati-hati untuk menjaga perasaannya tetap baik.
BAQ kali ini, diawali dengan Deva yang bercerita.
“Bu, besok hari Kamis dan Jumat saya izin, tidak berangkat sekolah, karena mau ke Jogja,” ucap Deva memulai bercerita.
“Kenapa? Papa ada kerjaan di Jogja?” tanya saya.
“Iya, Bu. Saya sedih banget, loh, Bu, gak bisa berangkat sekolah,” keluhnya.
“Oh, ya? Sedihnya kenapa?”
“Gak bisa bertemu teman-teman.”
Saya cukupkan sesi bercerita untuk mengawali pembelajaran pagi ini. Selanjutnya, anak-anak mulai murajaah dan menambah hafalan mereka bersama.
Rabu (19/02/2025)
Berbeda dengan Senin lalu, hari Rabu ini jam pertama diisi dengan pembelajaran BAQ. Seperti biasa, setelah tahfiz pagi, anak-anak segera menuju kelompok BAQ mereka masing-masing. Pagi ini Deva bercerita, ia tidak lagi merasa bosan saat BAQ. Karena, sekarang kegiatan tersebut dilaksanakan di kantin. Sehingga suasana menjadi lebih menyenangkan. Berbeda dari sebelumnya yang dilaksanakan di dalam ruangan. Hati saya menghangat mendengar cerita Deva pagi ini.
Senin (24/02/2025)
Pagi ini, Deva dengan semangat menuju kelompok mengajinya. Setelah sampai di kantin, Deva bertanya kepada saya.
“Bu, saya kemarin izin dua hari, tertinggal berapa ayat hafalannya?”
“Hanya tertinggal satu ayat, Dev. Kan, kemarin Jumat tidak ada BAQ.”
“Yes! Saya mau hafalkan sekarang, ya, Bu.”
Hal ini membenarkan pernyataan sebelumnya bahwa ia sudah tidak merasa bosan saat mengaji. Awalnya, saya pikir, itu hanya fase peralihan. Seorang anak yang biasanya merasa senang terhadap sesuatu dan akan merasa bosan kembali. Namun, Deva membuktikan bahwa saya salah, dan ia benar-benar telah menemukan semangat baru dalam mengaji.
Baca juga: Suasana Baru Semangat Baru
