Hari pertama bulan Desember menjadi permulaan Asesmen Akhir Semester. Terjadwal selama tujuh hari. Senin hingga Selasa pekan berikutnya. Selain terjadwal mata pelajaran yang diujikan, anak-anak juga mesti mengulang kembali pembiasaan budaya Sekolah.

Setidaknya terdapat 4 pembiasaan yang disimulasikan ulang. Simulasi BAK/BAB, adab di majelis, adab bertamu, dan mobilitas di area sekolah. Tiga di antaranya dinilai oleh wali kelas. Dan tak tanggung-tanggung, adab bertamu dinilai langsung oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah.

Rabu, 3 Desember 2025, kelas 2 mengawali penilaian adab bertamu. Wali kelas menjelaskan ulang Prosedur Operasional Standar (POS) bertamu. Bu Wiwik melakukan penilaian terhadap 13 anak. Sisanya, yakni 18 anak, dinilai oleh Bu Nana.

Satu demi satu, anak-anak mempraktikkan adab yang telah diajarkan. Ada yang malu-malu. Ada pula yang melakukannya dengan percaya diri. Dari 31 murid kelas 2, terdapat 22 anak yang tuntas praktik adab bertamu. Sangat melegakan!

Hari berikutnya, giliran murid-murid kelas 1.

Assalāmu’alaikum,” ucap seorang anak sembari mengetuk pintu.

Wa’alaikumussalām,” jawab Bu Wiwik dari dalam ruangan.

Rupanya Hasna. Ia mendekat ke meja Bu Wiwik.

“Ada yang bisa dibantu, Mbak Hasna?” tanya Bu Wiwik.

“Izin mengembalikan buku, Bu,” jawab Hasna dengan senyum khasnya.

Hasna menyodorkan sebuah buku cerita.

Bu Wiwik dan wali kelas telah bersepakat tentang skenario pengetesan adab bertamu yang dilaksanakan. Anak-anak bertamu untuk keperluan mengembalikan buku.

“Bu Wiwik terima bukunya, ya. Dan ini Bu Wiwik kembalikan lagi,” respons Bu Wiwik sambil tersenyum.

“Terima kasih, Bu Wiwik,” jawab Hasna.

Hasna pamit. Menuju ke arah pintu, lalu mengucap salam. Tak lupa, Hasna menutup kembali pintunya.

Di lembar penilaian, Bu Wiwik membubuhkan tanda centang pada kolom lulus. Hasna telah melakukan prosedur bertamu dengan baik. Selain Hasna, terdapat 19 temannya yang juga lulus tes ini. 74% murid-murid kelas 1 telah tuntas mempraktikkan adab bertamu.

Keberhasilan ini tak lepas dari bimbingan dan pengawalan wali kelas. Tak kalah penting, kepatuhan dan keistikamahan anak-anak menjadi faktor penentu keberhasilan mereka. Selamat, Bu Eva, Bu Yeni, Bu Puput, Bu Yunita, dan anak-anak kelas 1 dan 2. Semoga pembiasaan baik ini menjadi budaya.

Bagikan:

Leave a Reply

Scan the code