“Bu Nana ada acara? Bila belum ada, bagaimana kalau selepas ini kita koordinasi?”
“Nggih, Pak Kambali. Insyaallah saya bisa,” jawab Bu Nana.
Senin (30/06/2025) pagi itu saya menerima SK pemberhentian sebagai kepala SD Islam Hidayatullah 02. Masa tugas saya memang berakhir pada hari itu. Penggantinya, Bu Nana—nama lengkapnya Ratna Arumsari. Penerimaan SK dilaksanakan di gedung Yayasan Abul Yatama Semarang lantai 3. Dihadiri oleh dewan pembina Yayasan, dewan pengawas Yayasan, dan dewan pengurus Yayasan, serta pimpinan lama dan baru di LPI Hidayatullah.
Selepas acara di gedung Yayasan tersebut, kami—saya, Bu Nana, dan Bu Wiwik—berkoordinasi di ruang Kepala SD Islam Hidayatullah 02. Senin itu Bu Wiwik juga menerima SK pengangkatan sebagai wakil kepala sekolah. Selama saya bertugas sebagai kepala sekolah, Bu Wiwik memang belum diangkat sebagai wakil kepala sekolah.
Hal-hal mendesak kami bicarakan, terutama di masa transisi pimpinan. Alhamdulillah, saya dan Bu Nana sudah cukup lama berinteraksi, sehingga memudahkan kami dalam berkoordinasi. Sejak 2015/2016 hingga 2019/2020 saya ditugasi sebagai wakil kepala sekolah dan Bu Nana sebagai kepala sekolahnya. Di SD 01—SD Islam Hidayatullah.
Saya bertugas sebagai kepala SD 02—SD Islam Hidayatullah 02—selama 4 tahun. Masih banyak yang belum saya selesaikan. Namun, begitu mengetahui penggantinya adalah Bu Nana, saya merasa lebih ayem. Setidaknya, pengalaman sebelumnya membuat saya lebih yakin, Bu Nana dapat melanjutkan apa yang selama ini sudah terlaksana di SD 02. Bahkan, menyempurnakan dengan lebih baik.

Selama bertugas sebagai Kepala SD 02, saya tidak mungkin dapat melaksanakan tugas-tugas tersebut tanpa bantuan para pihak. Maka, dalam kesempatan ini saya bermaksud menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Yayasan dan jajarannya, kepada Direktur LPI Hidayatullah dan jajarannya, kepada teman-teman guru dan tenaga kependidikan SD 02, kepada murid-murid SD 02, kepada para wali murid SD 02, dan kepada seluruh stakeholder yang tidak bisa saya sebut satu per satu.
Termasuk saya juga sangat berterima kasih kepada Bu Wiwik—nama lengkapnya Dwi Jayanti. Beliaulah yang membantu saya di SD 02 sejak awal berdiri, tahun 2021. Beragam ide yang muncul dalam pikiran saya, beliaulah yang menjalankannya. Saya tak mampu membalas. Saya hanya berdoa, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Saya juga sangat menyadari, begitu banyak kekurangan, keterbatasan, kesalahan, dan kekhilafan yang saya lakukan. Atas hal itu, saya memohon maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh pihak yang merasa terugikan oleh kelemahan saya.
Melalui tulisan ini, sekaligus saya pamit undur diri dari SD 02. Insyaallah saya akan menjalani tugas baru saya sebagai guru di SD 01.
Saya memohon doa, semoga saya senantiasa diistikamahkan dalam kebaikan. Semoga saya dapat memberi manfaat kepada lingkungan sekitar di mana pun berada. (A1)
