Senin, (14/04/2025). Saya datang ke sekolah lebih awal. Hari itu saya piket menyambut anak-anak di depan lobi bersama Bu Indah, Bu Layla, dan beberapa anak. Menyalami satu per satu anak yang baru tiba di sekolah. Memandangi raut wajah mereka yang gembira secerah pagi itu, membuat saya makin semangat.

Waktu terus berjalan. Hingga akhirnya waktu makan siang tiba. Saya bersama wali kelas mendampingi makan siang anak-anak kelas 3. Doa makan siang dilantunkan. Makan siang dimulai. Beberapa anak meminta izin kepada Bu Puput untuk makan siang di kantin. Bu Puput pun mengizinkannya dengan syarat menjaga kebersihan. Setelah mendapatkan izin, beberapa anak segera menuju ke kantin.

Di tengah-tengah waktu makan siang, saya keluar kelas dan menuju ke kantin. Penasaran. Ingin melihat anak-anak yang sedang menikmati makan siangnya di sana. Terlihat mereka asyik menikmatinya. Guyuran hujan yang terlihat dari kantin, menjadi pemandangan yang menambah suasana makin asyik.

Tiba-tiba datang seorang anak. Ia keluar dari ruang kelas 3 dengan membawa “senjata” kebersihan. Sapu di tangan kanannya. Cikrak di tangan kirinya. Ternyata Iqbal. Tak berlama-lama, ia segera beraksi dengan “senjata” kebersihannya.

“Iqbal, yang menyuruh mengambil sapu dan cikrak siapa?” tanya saya.

“Saya sendiri,” jawab Iqbal dengan tawa kecil.

“Tadi Iqbal ikut makan di kantin juga?”

“Iya, Ustaz. Ini saya membersihkan tempat saya ketika makan tadi.”

“Oh, bagus, silakan dilanjutkan.”

“Alhamdulillah. Bagus. Bertanggung jawab,” batin saya.

Iqbal pun melanjutkan membersihkan kotoran sisa makanan di tempatnya. Sedangkan teman-temannya sebagian besar belum selesai makan. Di luar dugaan. Iqbal membersihkan tempat teman-temannya juga. Walaupun ada kemungkinan tempat makan teman-temannya akan dibersihkan teman-temannya sendiri, Iqbal tak mau menunggu lama. Selagi ada kesempatan berbuat baik, ia segera melakukan.

“Masyaallah,” gumam saya.

Siang itu saya disuguhi aksi yang bagus dari seorang anak: Iqbal. Ia mendengarkan pesan dari gurunya: bertanggung jawab menjaga kebersihan. Tak sampai di situ, Iqbal memperluas kebaikannya dengan membantu membersihkan tempat teman-temannya. Masyaallah.

Bagikan:

Leave a Reply

Scan the code