“Asalamualaikum, maaf, izin mengingatkan, untuk Bu Layla dan Ustaz Adhit belum mengisi daily activity hari ini, nggih. ….”

Itu chat di grup SD Islam Hidayatullah 02. Grup itu beranggotakan 11 orang. Seorang kepala sekolah, 8 orang guru, dan 2 orang staf TU. Chat di atas terkirim pada pukul 16.16. Pengirimnya: Bu Ambar.

Tak berselang lama, Bu Layla mengisi daily activity. Demikian pula Pak Adhit. Yang dimaksud mengisi daily activity adalah mengirim pesan pada grup Daily Activity. Isi pesannya, sebagimana yang telah disepakati, catatan tentang perilaku murid yang disaksikan oleh guru pada hari itu. Baik perilaku positif maupun sebaliknya. Baik yang sudah tuntas tertangani maupun yang masih dalam proses penanganan.

Bu Layla mengirim pesan pukul 16.18. Beliau menulis tentang Hafidz (kelas 2). Itu kejadian saat kunjungan ke kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Hafidz menunjukkan sikap percaya dirinya dengan mengangkat tangan dan menunjukkan uangnya kepada narasumber

Baca juga: Kerja Luar Biasa

Pak Adhit mencatat perilaku anak yang sama di tempat yang sama: Hafidz, di kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Itu momen ketika Hafidz berterima kasih saat mendapat bantuan dari orang lain. Pak Adhit mengirimkan catatan anekdotalnya pukul 17.36.

Memang Rabu (22/05/2024) itu kelas 2 berkunjung ke kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Berangkat dari Sekolah pukul 08.45 dan tiba kembali di Sekolah menjelang salat Zuhur. 

Selain Hafidz, Pak Adhit juga menulis tentang Vano. Pak Adhit mengirimkannya pada pukul 17.34. Pagi itu Pak Adhit merekam kejujuran Vano saat ditanya tentang penunaian salat lima waktu. 

Bu Layla dan Pak Adhit mencatat kejadian-kejadian itu pada hari yang sama ketika kejadiannya berlangsung. Kejadiannya, pagi. Menuliskannya, sore. Saya menduga, bila sudah berganti hari, kemungkinan besar Bu Layla dan Pak Adhit telah lupa dengan kejadian itu. Tertutup oleh peristiwa lainnya yang secara waktu berjarak lebih dekat. Dugaan saya itu merujuk pada pengalaman saya pribadi maupun yang dialami guru-guru lainnya. Atas dasar itulah, kemudian kami memohon bantuan Bu Ambar untuk mengingatkan teman-teman yang belum menuliskan dan mengirimkan catatan anekdotal ke grup Daily Activity. Setiap hari belajar (Senin—Jumat).

Alhamdulillah, sampai dengan saat ini Bu Ambar masih terus istikamah mengingatkan teman-teman. Dan teman-teman pun bersegera menyelesaikan tugasnya sesaat setelah diingatkan oleh Bu Ambar. 

Baca juga: Posting

Apakah tiap hari selalu ada yang lupa mengirim catatan anekdot di grup Daily Activity? Tidak. Di pekan keempat bulan Mei hanya satu hari. Memang pernah, dalam satu pekan sampai empat hari. Tetapi lebih sering satu pekan nol hari.

Saya sangat bersyukur, teman-teman saling bekerja sama untuk menyelesaikan tugas, bekerja sama mengikhtiari terwujudnya generasi khairu ummah. Terima kasih, Bu Ambar, Bu Layla, Pak Adhit, dan teman-teman semua. (A1)

Baca juga: Saling Menyemangati

Bagikan:
One thought on “Bekerja Sama”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *