“Maaf, Bu, nanti setiap 6 anak silakan masuk didampingi 1 guru, ya. Terus saja menuju lift, naik ke lantai 6,” perintah Pak Satpam kepada tamu-tamunya dari SD Islam Hidayatullah 02.

“Iya, Pak,” jawab Bu Guru.

Hari itu (Rabu, 22 Mei 2024) SD Islam Hidayatullah 02 mengadakan kunjungan ke Bank Indonesia (BI). Tujuannya adalah belajar dan memberi pengalaman kepada anak-anak. Sebagian guru juga baru kali pertama menginjakkan kaki ke gedung Bank Indonesia yang beralamat di Jl. Imam Bardjo SH No. 4, Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan ini.

Jarak antara Sekolah dan BI kira-kira 7,5 km. Tidak butuh waktu lama untuk bisa sampai ke Bank Indonesia. Tepat di depan gedung Bank Indonesia, mobil berhenti. Anak-anak turun dari mobil secara bergantian. Kemudian mobil melaju kembali menuju tempat parkir.

Begitu turun dari mobil, anak-anak dan Bapak Ibu Guru disambut oleh satpam dan beberapa petugas.

“Dari SD Hidayatullah 02, ya?” tanya salah seorang petugas.

“Betul, Pak,” jawab Pak Guru.

Sebelum masuk, anak-anak dibariskan di depan gedung. Atas arahan Pak Satpam, setiap barisan terdiri dari 6 anak, agar masuknya ke lift lebih teratur.

Haqqi dan Adit lari hendak masuk ke gedung. Oleh Ustazah Layla dihentikan.

“Eh, berhenti! Siapa yang menyuruh kalian masuk?” tanya Ustazah Layla.

Nggak ada, Ustazah,” jawab Haqqi.

“Kita sedang bertamu. Kalau belum disilakan masuk, kita jangan masuk. Itu tidak sopan,” kata Ustazah Layla menasihati.

Anak-anak pun kembali berbaris dengan rapi. Tidak berapa lama Pak Satpam menyilakan anak-anak segera masuk. Pak Satpam juga menunjukkan arah jalan menuju lift. Tempat yang akan digunakan untuk menerima tamu adalah ruangan di  lantai 6. Jadi harus menggunakan lift.

Barisan Cemara mendapat kesempatan pertama untuk menuju lift. Barisan ini terdiri dari Cemara, Adia, Hasna, Nayla, Valda, dan Najwa. Mereka didampingi Bu Amik. Sebelum masuk, pintu lift dibukakan oleh petugas.

“Lantai 6, ya, Bu,” kata petugas.

Nggih, Pak,” jawab Bu Amik.

Setelah semua masuk, petugas menekan tombol angka 6 dan tombol penutup pintu. Lift pun mulai bergerak naik. Hanya beberapa detik kemudian lift berhenti dan pintu terbuka. Anak-anak dan Bu Amik pun keluar.

“Bu, ini kan masih lantai 2, kok kita keluar,” kata Cemara.

“Kok, Cemara tahu?” tanya Bu Amik.

“Itu,” jawab Cemara sambil menunjuk papan di depan pintu lift bertuliskan

“Lantai 2”.

Anak-anak dan Bu Amik menunggu sesaat di depan lift, setelah menekan tombol bertanda naik. Dan tak berselang lama, lift berhenti, pintu pun terbuka. Mereka bertujuh masuk. Cemara menekan tombol angka 6, lalu menekan tombol menutup pintu.

Adia, Cemara, dan teman-teman yang ada di dalam lift mengawasi angka yang ada di atas pintu lift. Meski sambil mengawasi, mereka bertujuh menikmati keberadaannya di dalam lift. Najwa, Nayla, Hasna juga senyum-senyum. Bu Amik menyempatkan diri berfoto bersama anak-anak di dalam lift.

Tidak sampai hitungan menit, angka 6 di atas pintu lift telah muncul dan pintu terbuka. Mereka bertujuh telah sampai di ruang pertemuan di lantai 6. Terima kasih Cemara, telah membantu teman-teman dan Bu Amik dalam menggunakan lift.

Bagikan:

By Suparmi

One thought on “Naik Lift”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *