Rangkaian kegiatan Ramadan Ceria masih berlanjut. Kamis (28/03/2024), Sekolah kedatangan tamu spesial, Kak Yeni. Beliau adalah seorang difabel. Kak Yeni mengalami kelainan langka: Friedreich Ataxia. Kak Yeni tidak dapat berjalan, bahkan kelainan itu sudah menjalar ke jari tangan beliau. “Sekarang Kak Yeni kalau mengetik hanya bisa menggunakan satu jari saja, karena jari-jari yang lain sudah kaku,” ungkap Kak Yeni di sela-sela diskusi.

Ya, meskipun dalam keterbatasan fisik, Kak Yeni tetap berkarya. Beliau menekuni hobinya, yakni menulis. Kak Yeni aktif menulis di blog pribadinya: https://yeniendah.blogspot.com/. Berkat ketekunannya, Kak Yeni meraih juara I dalam lomba menulis yang diadakan oleh BAKTI KOMINFO pada tahun 2023. Lomba tersebut dikhususkan bagi para difabel.

“Alhamdulillah, Kak Yeni mendapat hadiah kursi roda ini, Adik-Adik,” jelas Kak Yeni.

“Itu kursi rodanya bisa berjalan sendiri, ya?” tanya Haqqi.

“Iya, jadi sekarang sudah tidak perlu didorong-dorong lagi,” respons Kak Yeni.

Haqqi penasaran. Ia pun maju untuk mengamati kursi roda tersebut dari dekat. Kak Yeni memaklumi keingintahuan Haqqi. Bahkan, beliau menawarkan kepada Haqqi untuk memencet tombol yang ada di handel kanan kursi roda tersebut. Haqqi menolak, meski penasaran. Kak Yeni lantas mempraktikkan sendiri bagaimana memaju-mundurkan kursi rodanya dengan memencet tombol-tombol itu.

“Itu namanya kursi roda elektrik!” celetuk Gibran.

“Iya, betul sekali,” sergap Kak Yeni.

“Waktu Bu Wiwik cerita tentang Kak Yeni kemarin, saya dan Fathir berencana untuk mendorong kursi rodanya Kak Yeni,” jelas Gibran.

“Masyaallah, hebat, Mas Gibran dan Mas Fathir sudah berniat baik. Alhamdulillah, karena Allah sayang dengan Kak Yeni, akhirnya Kak Yeni mendapat hadiah kursi roda elektrik sehingga tidak perlu didorong-dorong lagi. Terima kasih, Mas Gibran dan Mas Fathir,” tukas Bu Wiwik yang saat itu menjadi moderator.

Sejak pertama kali melihat Kak Yeni, tampak ketulusan yang terpancar di mata dan tingkah laku anak-anak. Mereka menyambut Kak Yeni dengan berebut untuk salim. Qaleed dan beberapa temannya meminta izin untuk difotokan bersama Kak Yeni. Mereka lantas meminta agar fotonya dikirim ke orang tua mereka. Bahkan, Sultan rela tertinggal wudunya demi mengantar Kak Yeni naik ke dalam mobil untuk pulang.

Bu Wiwik terenyuh melihat kenyataan itu. Hati anak-anak ini seputih kapas. Jiwa-jiwa mereka begitu lembut. Momen spesial ini kian berkesan berkat ketulusan dan cinta anak-anak ini. Semoga, pertemuan ini menjadi penerang kalbu anak-anak untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja.

Bagikan:

By Admin

One thought on “Seputih Kapas”
  1. Masyaallah, anak-anak hebat. Semoga karya Kak Yeni menjadi inspirasi dan motivasi untuk anak-anak dan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *