Pagi itu, saya tiba di sekolah sekitar pukul 06.30. Bisa kurang, bisa lebih. Saya gagal mengingat menit keberapa persisnya. Setelah saya memarkirkan kendaraan, Salma mengajak salim, saya menyambut ajakannya. Kami datang hampir bersamaan.

Saya menuju mesin presensi setelah itu mampir ke ruang TU sebentar, barulah saya ke kelas 1. Shaqueena dan Vira menghampiri saya.

“Bu, mau main ular naga,” ujar Shaqueena.

“Boleh, coba ajak teman-teman,” jawab saya.

Shaqueena dan Vira mengajak teman-temannya yang sudah berada di kelas. Ia berhasil membidik satu anak, yaitu Salma. Lalu diikuti Kinan, Vano, dan Rafa setibanya mereka di kelas. Permainan menjadi asyik walau tidak terlalu ramai.

Icha dan Elora lebih memilih membaca buku. Rara juga sempat membaca buku. Tetapi akhirnya ia beralih menyapu kelas tanpa diminta. Tiga hari berturut-turut Rara menyapu kelas. Membersihkan kotoran yang ada di karpet dan lantai. Ia tidak merasa keberatan sama sekali.

Dalam menjaga kebersihan kelas, Mika dan Tristan juga terbilang rajin. Mereka menjumputi kotoran-kotoran kecil di atas karpet. Sehingga Gibran juga menjadi peka mengikuti kedua temannya itu. Beberapa waktu lalu, Gibran menyapu di kelas seusai makan siang. Tampaknya, Rara termotivasi oleh Gibran.

Anak-anak yang lain, sisanya mereka gunakan untuk bermain. Semua kegiatan yang dilakukan adalah baik. Entah yang membaca buku, bermain, membersihkan kelas, atau sekadar mengobrol. Semua itu menjadi bagian pembelajaran bagi mereka.

Pagi itu menjadi pagi yang sangat mengesankan. Meski setiap hari juga menyenangkan. Apa mungkin karena suasana hati saya sedang sangat baik? Bisa jadi, suasana hati saya menjadi sangat baik berkat melihat pemandangan indah di kelas pagi itu. Terasa seperti melihat banyak aktivitas yang mengesankan.

Harapannya, suasana pagi yang menyenangkan akan membuat anak-anak menyenangkan juga ketika pembelajaran. Terutama anak-anak yang datang lebih pagi, mereka punya sisa waktu luang yang cukup untuk menuntaskan keinginannya. Barangkali, saat di rumah, mereka sudah merencanakan apa yang akan mereka lakukan saat tiba di sekolah. Jadi persentase terlaksananya akan lebih tinggi.

Bagikan:
3 thoughts on “Pagi Itu”
  1. Mengawali pagi hari dengan suasana yang baik, sehingga akan berdampak positif untuk semuanya.

  2. Bermain. Itulah sarana anak-anak belajar. Ups, saya jadi ingat Al-An’am: 32. Jadi, …?

    Semoga kita semua dimudahkan belajar menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *