Pagi, sebelum bel berbunyi, ada banyak hal yang dilakukan anak-anak sambil menunggu bel masuk. Ada yang bermain bola, ada yang bermain kejar-kejaran, ada yang main ayunan, ada yang hanya duduk di bok depan kelas sambil ngobrol dengan temannya. Ada juga yang melaksanakan piket menyiram tanaman.

Lain halnya yang dilakukan Bapak Ibu Guru. Pagi, setelah memarkir kendaraan, Bapak Ibu Guru masuk ke kelas. Kemudian menata laptop di atas meja dan menyimpan tas di loker. Beberapa guru menuju musala dan melaksanakan salat Duha sebelum waktu masuk. Di antaranya, Bu Shoffa, Bu Eva, Bu Wiwik, dan Bu Amik.

Anak-anak melihat kebiasaan yang dilakukan beberapa guru tersebut. Mereka saat bermain sering berhenti di depan jendela musala. Mereka melihat ke dalam musala dari luar, dengan mendekatkan wajahnya ke kaca jendela. Ada juga yang sengaja membuka pintu dan melongokkan kepala untuk melihat yang dilakukan Bu Guru di dalam musala.

Dari mengintip itu, anak-anak menjadi tahu bahwa Bu Eva, Bu Wiwik, dan beberapa guru yang lain sedang melaksanakan salat Duha.

“Bu Amik mau apa?” tanya Kalynn suatu ketika.

“Bu Amik mau salat Duha,” jawab Bu Amik.

Saat Bu Amik masuk musala, Kalynn ikut masuk.

“Kalynn mau ikut salat Duha juga?” tanya Bu Amik.

“Enggak, aku mau duduk saja di sini,” jawab Kalynn.

“Ya, sudah. Maaf, Bu Amik salat dulu, ya.”

Kalynn memang hanya ingin duduk di sebelah Bu Amik. Ia menunggu sampai Bu Amik selesai salat. Setelah berdoa dan merapikan mukena, Bu Amik kembali ke kelas dan diikuti Kalynn.

Beberapa hari berikutnya, Kalynn melakukan hal yang sama, yaitu duduk di sebelah Bu Amik. Kali ini, Kalynn tidak sendiri. Ia ditemani Nadia. Mereka berdua hanya duduk, menunggu sampai Bu Amik selesai salat.

Dua hari setelah itu, Kalynn dan Nadia ikut melaksanakan salat Duha.

Qaleed dan Naufal, yang melihat Kalynn dan Nadia dari balik kaca jendela, pun segera berwudu ikut salat Duha.

Sebenarnya, kebaikan ini tidak hanya dilakukan oleh kelas 2. Kelas 1, yang melaksanakan lebih banyak. Rara dan Aza yang sering terlihat salat Duha di waktu pagi sebelum bel. Kemudian ada Fathir, Inara, Shaqueena, Vira, Rama, dan Gibran.

Sampai hari Jumat kemarin, Gibran masih istikamah melaksanakan salat Duha, sendirian. Meski teman-temannya bermain, ia tetap melaksanakan salat Duha.

Alhamdulillah, kebaikan di SD 02 ini, anak-anak meniru kebiasaan positif yang dilakukan Ibu Bapak Guru mereka. Dari meniru, lambat laun mereka menjadikannya kebiasaan baru. Dari semula sedikit, kian lama kian banyak yang melakukannya.

Bagikan:

By Suparmi

2 thoughts on “Dari Mengintip”
  1. Terus melakukan hal baik, sehingga akan menjadi contoh positif untuk murid maupun Bapak/Ibu guru lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *