Senin, 16 Oktober 2023. Saat BAQ berlangsung, Ustaz Aruf merasakan ada yang kurang. Setelah diteliti, ternyata ada anak yang tidak ikut: Iqbal. Dia tidak masuk sekolah. Ustaz Aruf tidak tahu kenapa Iqbal tidak masuk sekolah.

Keesokan harinya, Ustaz Aruf bersiap-siap untuk masuk kelas. Tiba-tiba ada pesan WA dari Ibunya Iqbal, “Assalāmu’alaikum Wr. Wb., Ustaz Aruf. Mohon maaf, kemarin Iqbal izin tidak masuk sekolah karena sakit, Ustaz. Hari ini Iqbal berangkat sekolah, tetapi belum fit. Sebelum berangkat, saya sudah meminta Iqbal untuk tidak berangkat dulu. Tetapi Iqbalnya memaksa untuk berangkat. Iqbalnya takut tertinggal mengajinya, Ustaz. Masyaallah. Jadi, nanti ketika BAQ, kalau Iqbalnya kurang fokus, mohon dimaklumi, ya, Ustaz. Karena, Iqbalnya habis minum obat. Terima kasih.”

Usai membaca pesan WA itu, Ustaz Aruf tertegun. Masyaallah. Iqbal amat bersemangat mengaji. Apalagi saat badannya belum fit, ia memaksakan diri untuk berangkat sekolah. Demi tidak ketinggalan mengajinya.

Lagu “Mars Hidayatullah” sudah terdengar di seluruh penjuru Sekolah. Menandakan tiba waktunya untuk segera masuk kelas. Anak-anak sedang bersiap masuk kelas. Dengan berbaris, kemudian bersalaman dengan Bapak dan Ibu Guru. Ternyata benar, Iqbal terlihat sudah berangkat.

Saat BAQ berlangsung, Qaleed, yang duduk di samping Iqbal, berkata, “Ustaz, badannya Iqbal panas.”

Ustaz Aruf pun segera meminta Iqbal untuk ke UKS, “Iqbal segera ke UKS, ya.”

“Tidak mau, Ustaz. Iqbal ingin ngaji dulu sebentar. Ke UKS-nya nanti setelah ngaji,” jawab Iqbal.

Ustaz Aruf akhirnya mengabulkan permintaan Iqbal dan mendahulukan Iqbal saat mengaji. Setelah itu, Iqbal pun bersedia ke UKS.

Masyaallah. Iqbal telah menunjukkan perjuangan yang tidak biasa. Keinginan yang kuat. Sampai sakit pun masih ingin berjuang. Tak ingin tertinggal mengajinya. Semoga dengan perjuangan Iqbal, Allah memudahkan Iqbal dalam belajar Al-Qur’an.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *