“Siapa yang tadi malam sudah ngaji?” tanya Ustaz Aruf.

Sebagian anak angkat tangan. Alhamdulillah, Ustaz Aruf bersyukur, sebagian anak telah berusaha untuk mengaji di rumah.

“Baik, terima kasih, Anak-Anak. Alhamdulillah, yang angkat tangan cukup banyak. Semoga dimudahkan oleh Allah untuk istikamah.”

Ustaz Aruf gembira. Sebagian anak-anak telah belajar di rumah. Itu adalah upaya untuk membiasakan anak. Sehingga mereka dimudahkan dalam membangun budaya mengaji tiap hari.

Bagaimana dengan yang tidak angkat tangan?

“Untuk Anak-Anak yang tidak angkat tangan, Ustaz Aruf sampaikan terima kasih karena Anak-Anak sudah jujur. Salah satu syarat keberhasilan belajar adalah bersikap jujur. Semoga dengan kejujuran Anak-Anak, Allah mempermudah Anak-Anak untuk mengaji setiap hari di rumah,“ jelas Ustaz Aruf.

Itulah yang dilakukan Ustaz Aruf pada pembukaan pembelajaran BAQ. Memotivasi anak-anak untuk membangun kebiasaan mengaji di rumah setiap hari. Walaupun hanya membaca 1 halaman jilid.

***

Pagi hari. Lagu Mars Hidayatullah terdengar. Semua anak berbaris untuk apel pagi. Setelah itu bersalaman kepada Bapak dan Ibu Guru. Kemudian masuk ke kelas.

Saat Adit bersalaman dengan Ustaz Aruf, dengan bangga, Adit mengatakan, “Saya sudah ngaji tadi malam, Ustaz.”

“Alhamdulillah, bagus, Mas Adit,” jawab Ustaz Aruf.

Semua anak sudah masuk kelas. Begitu pun dengan Bapak dan Ibu guru. Dilanjut lantunan doa belajar. Ustaz Aruf duduk di dekat Kennard. Membersamai anak-anak berdoa dan tahfiz. Kennard menyadari bersebelahan dengan Ustaz Aruf. Tiba-tiba ia berbisik, “Ustaz Aruf, saya tadi malam sudah menghafalkan At-Tin ayat 1—8.”

“Masyaallah, bagus, Mas Kennard,” jawab Ustaz Aruf.

***

Saat menunggu giliran ruang mengaji karena bergantian dengan kelompok Ustaz Adhit, Ustaz Aruf duduk di depan kantor guru dan TU bersama beberapa anak.

“Saya sudah belajar halaman 10 lho, Ustaz, tadi malam,” ucap Valda kepada Ustaz Aruf.

“Saya juga sudah ngaji tadi malam sama Eyang, Ustaz,” ucap Sabrina menimpali perkataan Valda.

“Alhamdulillah, Mbak Valda dan Mbak Sabrina, terus dibiasakan, ya,” jawab Ustaz Aruf.

Mendengar semua laporan dari beberapa anak tersebut, Ustaz Aruf sangat bersyukur. Anak-anak telah melaksanakan pesan Ustaz Aruf untuk membiasakan mengaji di rumah setiap hari.

Saat pembelajaran BAQ berlangsung, Ustaz Aruf bermaksud memastikan bacaan anak-anak yang sudah membiasakan mengaji di rumah. Benar saja. Mereka mengaji dengan baik. Berbeda dengan anak-anak yang belum membiasakan mengaji di rumah.

Ustaz Aruf merasa senang, lega, dan bangga mendengar laporan dari beberapa anak bahwa mereka sudah membiasakan mengaji: Adit, Kennard, Valda, dan Sabrina. Mereka sangat antusias dan bangga melaporkan kepada Bapak dan Ibu guru.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *