Jarum panjang jam menunjuk angka dua, jarum pendeknya seakan bergeming di angka delapan. Ustazah Layla membuka acara. Sabtu, 26 Agustus 2023, PGOTW (Pertemuan Guru dan Orang Tua/Wali Murid) kelas 1 SD Islam Hidayatullah 02 digelar.

Sebanyak 17 dari 22 orang tua hadir dalam acara tersebut. Lima yang tidak hadir telah meminta izin sebab ada keperluan lain. Bahkan, ada seorang bunda yang menyempatkan hadir walaupun seharusnya ada dinas ke luar kota. Beberapa orang tua yang hadir pun ada yang didampingi pasangan masing-masing. Tak ketinggalan, cukup banyak murid yang turut “masuk sekolah” di hari libur mereka.

Fakta ini sungguh menjadi kehormatan tersendiri bagi Sekolah. Orang tua sangat antusias dan siap mendukung kegiatan sekolah.

Pak Kambali (Kepala Sekolah, berpeci) sedang menyampaikan sambutan di hadapan wali murid kelas 1

Inti kegiatan ini adalah penyampaian program-program Sekolah oleh Kepala Sekolah dan wali kelas.

“Bapak/Ibu, saya menukil pernyataan dari mantan Menteri Pendidikan, Pak Muhadjir Effendy, bahwa muatan pendidikan di SD itu 70% karakter dan 30%-nya akademik,” jelas Pak Kambali–Kepala SD Islam Hidayatullah 02.

Sebelumnya, beliau menyampaikan pandangannya tentang keutamaan pendidikan agama bagi anak. Tentunya dengan mendasarkannya pada Al-Qur’an dan hadis.

Sejalan dengan Kepala Sekolah, wali kelas pun menggarisbawahi bahwa pembelajaran di kelas diutamakan untuk membangun ketakwaan dan adab.

“Alhamdulillah, saat ini kami sedang mengupayakan untuk mengembangkan pembiasaan-pembiasaan baik di kelas. Beberapa di antaranya adalah salam, salim, membungkuk dan bilang permisi, antre, dan penggunaan level suara,” jelas wali kelas, “Jika anak-anak masih lupa, kami bersepakat anak-anak harus mengulang. Insyaallah, tidak hanya kami–para guru–saja yang mengawal. Anak-anak juga turut mengingatkan teman-teman mereka jika belum sesuai kesepakatan,” lanjut Bu Wiwik.

Suasana saat itu sangat kondusif dan tenang meski anak-anak berlalu-lalang keluar masuk ruangan. Satu hal yang membuat Bu Wiwik berbangga: murid-muridnya melewati hadirin dengan membungkuk. Bahkan, terjadi satu hal yang manis dan menyejukkan. Elora mengajari adiknya berjalan membungkuk saat melewati hadirin. Sang adik juga patuh akan bimbingan kakaknya. Luar biasa.

Bu Wiwik terharu melihat kejadian itu. Ia lantas menyampaikannya di sela-sela pembahasan.

Begitulah, Bu Wiwik sering memamerkan kebaikan-kebaikan kecil semacam ini. Pamer di sini bukan dimaksudkan untuk show off atau menyombongkan diri, melainkan lebih untuk memotivasi orang lain yang mendengarkan.

Tak beda jauh dengan yang ia lakukan di kelas. Pamer kebaikan murid-muridnya terbukti ampuh memantik murid-murid lain tergerak untuk turut berbuat baik.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *