Pagi yang sibuk. Lalu lintas di sekitar Sekolah sangat padat. Hiruk pikuk kendaraan pengantar murid datang dan pergi silih berganti. Pembangunan Gedung SD Islam Hidayatullah 02 berimbas pada alur antar jemput murid TK Islam Hidayatullah dan SD Islam Hidayatullah. Rekayasa lalu lintas dibuat sedemikian rupa untuk mengurangi kemacetan. Para orang tua pun diimbau mengantar jemput anak-anak mereka menggunakan sepeda motor.

Hari kedua tahun ajaran 2023/2024, murid-murid masih mengikuti MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).

Pada pekan-pekan awal tahun ajaran baru, Bu Wiwik dan Bu Eva berkomitmen hadir di sekolah lebih awal. Keduanya tak ingin didahului murid-muridnya.

“Asalamualaikum, Ustazah. Saya omanya Rama,” sapa seseorang dari ambang pintu kelas.

“Waalaikumsalam, Oma. Saya Bu Wiwik, wali kelas 1,” jawab Bu Wiwik sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

Bu Wiwik beralih ke Rama. Murid barunya ini melepas sepatunya di ambang pintu.

“Asalamualaikum, Mas Rama,” sapa Bu Wiwik.

“Waalaikumsalam,” jawab Rama singkat sambil menerima uluran tangan Bu Wiwik. Rama mencium punggung tangan gurunya itu.

Rama kemudian menaruh sepatunya di dalam rak sepatu bernomor 17. Ia lantas menuju kursinya dan menggantungkan tasnya di sisi kiri meja.

“Alhamdulillah, Rama telah berhasil mempraktikkan separuh prosedur saat tiba di kelas,” Bu Wiwik bersenandika.

Hari ini, direncanakan melanjutkan separuh prosedur yang belum sempat terselesaikan kemarin. Ada yang istimewa. Simulasi kali ini akan dipandu oleh kakak kelas 2, Cemara dan Naren.

“Teman-Teman, ini Kak Cemara dan Kak Naren. Mereka ini sudah kelas 2. Tahun lalu, mereka juga belajar di kelas ini.”

Tampak binar keingintahuan terpancar dari raut wajah murid-murid kelas 1.

“Kak Cemara hebat, lo. Dia tidak pernah terlambat datang ke sekolah. Kak Cemara juga gemar berbuat baik. Setiap hari Rabu dia melaksanakan tugas piketnya menyiram tanaman. Dan banyak kebaikan lain yang dilakukannya. Itulah sebabnya, Kak Cemara mendapatkan penghargaan sebagai murid dengan bintang terbanyak,” jelas Bu Wiwik.

Murid-murid menyimak dengan antusias. Cemara tersenyum dan tersipu.

“Kalau yang ini Kak Naren. Kak Naren ini juga tidak pernah terlambat masuk sekolah. Dia pun hebat. Saat awal masuk kelas 1, Kak Naren belum terbiasa pipis di kloset jongkok. Dulu, setiap ke kamar mandi, Kak Naren belum berani sendiri. Alhamdulillah, setelah satu bulan, Kak Naren bisa pipis di toilet jongkok. Bahkan, kalau ke kamar mandi tidak ditemani lagi.”

Ekspresi Naren tak jauh berbeda dari Cemara.

“Teman-Teman, pagi ini, Kak Naren dan Kak Cemara akan memperagakan cara menata isi tas. Nanti murid putri melihat apa yang dilakukan Kak Naren. Sementara, anak putra memperhatikan Kak Cemara, ya.”

“Anak putri silakan berdiri. Lalu ikuti Kak Naren. Anak putra tetap duduk di karpet dulu, ya. Ditemani Bu Eva.”

Naren menuju “mejanya” untuk simulasi. Murid putri mengekor dan mengelilingi Naren. Mereka menyaksikan dengan saksama dan antusias. Setelah selesai, giliran Cemara dan murid-murid putra. Apa yang dilakukan Cemara sama seperti yang dilakukan Naren. Keduanya sudah hafal di luar kepala prosedur itu.

Naren dan Cemara melaksanakan tugasnya dengan baik. Keduanya tampak tenang dalam menyimulasikan cara menata buku, tempat pensil, bekal, dan botol minum mereka. Murid putri dan putra bergantian menyaksikan simulasi kakak kelas mereka.

Setelah dirasa cukup, Bu Wiwik mempersilakan Naren dan Cemara kembali ke kelas mereka. Tak lupa para murid mengucapkan terima kasih atas bantuan kedua kakak kelasnya itu.

Cemara (jongkok) menyimulasikan cara menata isi tas.

“Terkait simulasi tadi, ada yang belum jelas?”

Senyap.

“Kalau sudah tidak ada pertanyaan, berarti sekarang saatnya kalian menata isi tas kalian masing-masing. Silakan dimulai dari anak putri dulu.” Bu Wiwik sengaja mengambil jeda beberapa saat. “Dilanjutkan anak putra,” sambungnya.

Sebagian besar murid telah dapat menata barang-barang mereka sesuai prosedur. Buku besar ditata di laci atas sebelah kiri, tempat pensil di tengah, dan buku kecil di sebelah kanan. Bekal makanan disimpan di laci bawah. Botol minum diletakkan di atas meja biru di bagian belakang kelas. Setelah semua isinya dikeluarkan, tas dimasukkan ke dalam loker.

Terdapat beberapa anak yang belum rapi menata barang-barang di dalam laci. Ada pula yang lupa tidak mengeluarkan tempat pensilnya. Setelah dipastikan benar, anak-anak diperkenankan istirahat.

Ada sedikit kekhawatiran di benak Bu Wiwik. Esok hari merupakan hari libur nasional. Tahun baru Hijriah. Artinya, akan terjeda satu hari bagi anak-anak untuk mempraktikkan secara nyata simulasi hari ini. Kekhawatiran itu segera ditepis oleh Bu Wiwik.

“Ah, sudahlah, jika pun anak-anak lupa, masih bisa diingatkan dan dibimbing.”

***

Keesokan paginya, Bu Wiwik dan Bu Eva telah bersiap di kelas. Keenan datang paling awal dibanding teman-temannya. Setelah menyapa dan bersalaman, Bu Wiwik sengaja membiarkan Keenan. Setelah beberapa saat, Bu Wiwik mengecek laci meja Keenan.

Senyum tipis tersungging di sudut bibir Bu Wiwik. Keenan berhasil melaksanakan prosedur hadir ke sekolah dengan sempurna! Barang-barangnya tertata rapi dan benar di tempatnya.

“Masyaallah, Mas Keenan hebat! Lacinya rapi sekali!” seru Bu Wiwik mengapresiasi.

Keenan berpose dengan hasil karyanya.

Selain Keenan, murid-murid lainnya pun telah berhasil membuktikan mereka bisa.

***

Rupanya, pengamatan langsung ketika Cemara dan Naren mempraktikkan prosedur ini, sangat membekas dalam ingatan anak-anak. Ditambah lagi dengan praktik terbimbing, semakin menguatkan apa yang telah murid-murid pahami sebelumnya. Meski terjeda sehari, efektifitas pengamatan dan praktik langsung ini telah teruji secara valid.

Simulasi ini tak hanya bermanfaat bagi murid-murid kelas 1. Bagi Naren dan Cemara, kepercayaan yang diberikan kepada mereka akan sangat berdampak positif. Menjadi “mentor” bagi adik-adik kelas merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Bagi Bu Wiwik dan Bu Eva, bantuan Naren dan Cemara semakin meringankan tugas mereka. Ups.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *