Ternyata ada panggillan tak terjawab. Saya lihat. Pukul 08.18. Dari Bu Peni, Kepala SD Islam Hidyatullah (SD 01). Berarti lima menit yang lalu. Hanya sekali panggilan. Ini membuat saya ragu untuk menelepon balik. Saya tahu Bu Peni hari ini sibuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Tetapi saya merasa tetap harus menanggapinya. Maka saya pilih kirim chat WA. 

Pripun, Bu?”

Ternyata Bu Peni menawari saya dan Bu Wiwik untuk mengikuti pelatihan IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) di SD 01. 

Memang LPI Hidayatullah mempersilakan tiap unit mengadakan pelatihan IKM. Selama tiga hari. Di SD 01, pelatihan IKM dilaksanakan Selasa, Kamis, dan Jumat (21, 23, dan 24 Juni 2022). Mengundang narasumber dari pihak eksternal. Sedangkan di SD Islam Hidayatullah 02 (SD 02), hari-hari tersebut digunakan untuk mempersiapkan kebutuhan di tahun pelajaran baru.

Mendapat tawaran Bu Peni, saya pribadi mantap untuk tidak mengikutinya. Tapi saya ragu dengan Bu Wiwik. Di satu sisi, saya pandang sangat mendesak untuk persiapan tahun baru. Di sisi lain, saya belum tahu tingkat pemahaman Bu Wiwik atas Kurikulum Merdeka. Secara formal Bu Wiwik belum pernah ikut pelatihan IKM. Namun, dari beragam media Bu Wiwik telah mendapatkan informasi mengenai Kurikulum Merdeka. Bahkan, Bu Wiwik juga tergabung dalam grup Telegram Klinik Kurikulum Merdeka. Bila Bu Wiwik merasa sangat butuh, tentu eman bila tawaran Bu Peni diabaikan. Sebaliknya, jika tidak merasa butuh, sungguh eman waktunya disia-siakan: jasadnya ikut pelatihan, tapi ruhnya pergi entah ke mana.

Saya putuskan untuk menawari Bu Wiwik. Asumsi saya: Bu Wiwik lebih tahu kebutuhan dirinya.

“Bu Wiwik berminat mengikuti pelatihan IKM di SD 01?”

“Saya manut Pak Kambali saja.”

Saya harus memutuskan apa? Atas dasar apa? 

Saya teringat grup Telegram Klinik Kurikulum Merdeka. Saya juga anggota grup tersebut. Ada lima pertanyaan refleksi. Bu Wiwik secara lugas menjawab seluruh pertanyaan refleksi. Lalu saya lihat topik pelatihan di SD Islam Hidayatullah. Akhirnya, ragu menjadi yakin. Saya putuskan: Bu Wiwik tidak ikut. Itu hari pertama.

Kamis adalah hari kedua pelatihan. Pagi, tanpa sengaja saya melihat fliyer. Dari fliyer itu, saya baru tahu topik hari kedua: pembelajaran berdiferensiasi. Topik ini adalah tantangan terbesar yang dirasakan Bu Wiwik—merujuk refleksi di grup. Atas dasar ini, saya meminta Bu Wiwik untuk mengikuti pelatihan di hari kedua.

Belajar dari hari kedua, di hari ketiga saya cek topik di fliyer. Dapat. Tentang proyek penguatan profil pelajar pancasila. Saya putuskan: Bu Wiwik tidak perlu ikut. Meskipun demikian, Bu Wiwik juga tidak bisa mengikuti kegiatan di SD 02. Hari itu Bu Wiwik ditugasi panitia PPDB. Observasi calon peserta didik baru. Bertempat di SD 01. Sebelum pukul 07.30, Bu Wiwik sudah menuju ke tempat observasi. Tidak lama berselang, Bu Wiwik mengabari saya.

“Pak Kambali, tadi saya tanya Bu Rizky tentang materi pelatihan hari ini. Dijawab: CP, TP, ATP,dan RPP. Sesi ke-2: proyek penguatan PPP. Apakah saya boleh mengikutinya, Pak?”

 “Ya, silakan.”

Bu Wiwik (paling belakang) saat mengikuti pelatihan IKM.

Atas pertanyaan “Konsep dan/atau praktik apa (tentang IKM) yang Ibu/Bapak belum paham?”, Bu Wiwik menjawab: bedah CP.  Jelas, pelatihan hari ketiga dibutuhkan Bu Wiwik, khususnya pada sesi yang membahas CP. Memang tidak eksplisit menyebutkan bedah CP. Artinya sangat mungkin hanya membahas sekilas tentang CP. Tidak sampai membedah. Namun demikian, pembahasan tersebut saya yakini akan memberi penguatan pemahaman Bu Wiwik, bahkan menstimulasi Bu wiwik untuk membedah CP secara mandiri. Lalu mendiskusikannya dengan teman-teman guru. Baik secara online—melalui grup Telegram Klinik Kurikulum Merdeka—maupun offline.

Dalam berbagai kesempatan—khususnya yang berkaitan dengan pengambilan kebijakan—saya merasa sangat perlu untuk mengetahui kebutuhan pihak terkait, apalagi pihak yang menjadi sasaran kebijakan. Di hari ketiga saya merasa beruntung. Bu Wiwik berkenan menyampaikan kebutuhannya. Sehingga saya dapat memutuskan dengan sangat yakin. (A1)

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *