“Bu Wiwik, bolehkah saya izin ke toilet untuk buang air kecil?” pinta Naren sembari mendekat.

“Silakan. Yuk!” ajak Bu Wiwik.

“Aku sendiri saja, Bu,” jawabnya.

Saya hampir tak percaya.

“Naren bisa sendiri?”

“Bisa,” jawabnya mantap.

Maafkan gurumu ini, Nak. Meski mengizinkanmu menunaikan hajatmu sendiri, gurumu ini belum yakin kamu bisa. Saya ikuti Naren dengan berpura-pura ingin BAK juga.

Gadis kecil itu masuk ke bilik toilet sebelah kanan. Menutup dan menggeser gerendel pintunya ke kanan. Pintu terkunci dari dalam. Saya masuk ke bilik toilet sebelah kiri lalu membuka keran. Sejurus kemudian saya keluar bilik. Saya ingin mendahului Naren keluar. Saya lantas duduk di tempat duduk depan kamar mandi sambil pura-pura sibuk membuka ponsel.Terdengar tiga kali guyuran air dari dalam bilik yang ditempati Naren. Kembali senyap.

“Oh, pasti Naren sedang mengenakan celana panjangnya kembali,” batin saya.

Ceklek. Suara gerendel digeser ke kiri. Pintu terbuka.

“Naren sudah pipis?”

“Sudah.”

“Pipisnya sudah keluar?”

“Sudah.”

“Alhamdulillah. Naren kembali ke kelas, ya. Bu Wiwik mau membalas WhatsApp dulu,” jawab saya sambil berpura-pura hendak mengetik pesan.

Jauh sebelum memasuki tahun ajaran baru, Naren ditemani kedua orang tua, adik, dan tantenya sempat berkunjung ke sekolah tempat belajarnya sekarang. Saat itu ia juga janjian dengan Afsheen—teman TK-nya—bertemu di sekolah ini.

“Bu Wiwik, Naren tidak bisa pipis di toilet jongkok. Mohon besok didampingi, nggih, Bu,” ibunda Naren menjelaskan.

“Baik, Bunda. Insyaallah kami akan mendampingi dan membimbing Mbak Naren.”

Informasi ini sangat berharga. Kami—para guru—bisa  melakukan pendampingan dan bimbingan langsung kepada Naren saat ia butuh. Tak perlu lagi menduga-duga.

Sebelum ia tuntas toilet training di kloset jongkok, setiap Naren hendak BAK pasti didampingi dan dibimbing guru. Bu Layla dan Bu Afiifah telah melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga kini Naren telah tuntas. Prestasi yang luar biasa untuk Ibu-Ibu Guru.

Naren, gadis kecil yang berhasil menaklukkan kekhawatiran dan kebelumbisaannya melakukan toileting di kloset jongkok. Selamat atas prestasimu, Naren! Anak pemberani dan pembelajar sejati.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *