Hari terakhir anak-anak masuk sekolah semester ini. Cukup padat kegiatan hari ini. Setelah apel pagi, Bu Wiwik meminta waktu untuk menyampaikan closing akhir semester. Ia berpesan kepada para siswanya untuk mengambil hal-hal yang baik dan melupakan hal yang tidak baik. Pun komitmen untuk saling memaafkan, kembali dikuatkan. Dan yang paling penting, Bu Wiwik mendoakan para siswanya untuk istikamah mengerjakan salat lima waktu. Sering ia mendapat “aduan” dari orang tua siswa, bahwa anak-anak sering melupakan salat ketika libur sekolah.

“Anak-Anak, libur sekolah bukan berarti libur salat, ya. Jurnalnya harus tetap tercentang dengan jujur. Sekarang Anak-Anak bersiap untuk ngaji,” ucap Bu Wiwik mengakhiri pembicaraan.

Beberapa orang tua siswa telah hadir di sekolah. Beliau-beliau bermaksud membantu persiapan doa bersama akhir semester. Sungguh sebuah anugerah yang luar biasa, para orang tua suportif terhadap kegiatan sekolah. Sekitar 30 menit, persiapan telah rampung.

Tepat pukul 08.30, kegiatan dimulai. Rangkaian acara dibuka dengan lantunan asmaulhusna dan tahfiz Q.S. Al-Fatihah hingga At-Takatsur. Banyak hadirin yang mengabadikan momen ini. Setelah sambutan Kepala Sekolah dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan penampilan sederhana dari para siswa.

“Ayah/Bunda, berikut persembahan kecil Ananda untuk Ayah/Bunda sekalian.” Begitu kira-kira Bu Layla menyampaikan susunan acara pamungkas hari ini. “Anak-Anak, silakan berdiri,” Bu Layla melanjutkan.

“Kasih Ibu. Kepada beta ….”

Lantunan lagu “Kasih Ibu” menggema di segenap penjuru ruangan. Semua siswa menyanyikan lagu ini dengan gayanya masing-masing. Tak ada latihan sebelumnya. Iringan musik pun tidak ada. Sengaja, Bu Wiwik ingin para siswanya tampil apa adanya di depan orang tua mereka. Dalam kepolosan mereka, terpancar ketulusan.

“Terima kasih, Anak-Anak. Sekarang silakan Anak-Anak memeluk ayah atau bunda kalian. Ucapkan kata sayang dan terima kasih untuk Ayah Bunda. Jika Ayah Bunda tidak hadir, anak-anak boleh memeluk Bapak Ibu Guru,” ucap Bu Wiwik.

Foto bersama seusai acara doa bersama

Para siswa berhamburan menghampiri orang tua mereka. Dua belas siswa lainnya menghampiri Bapak Ibu Guru dan memeluk mereka. Momen kecil yang mengharukan.

Beberapa hari sebelumnya, anak-anak membuat kartu ucapan Hari Ibu. Untaian doa tulus tertulis. Iqbal dan Itaf menuliskan doa agar bisa segera umrah sekeluarga. Hampir semua siswa menuliskan doa agar ibunda mereka selalu sehat dan bahagia. Tak lupa gambar dan ungkapan sayang tersaji di kertas berwarna merah jambu itu. Potongan balon berbentuk hati menghiasi sampul kartu. Meski masih tampak kaku, mereka memotong kertas-kertas itu dengan sepenuh kesungguhan.

Ya, rangkaian peringatan Hari Ibu telah dilaksanakan seusai anak-anak melaksanakan PAS. Sengaja dimajukan karena pada 22 Desember anak-anak sudah libur.

Beberapa kartu ucapan Hari Ibu karya siswa

“Bu, capek.”

“Bu, aku nggak bisa bikin love.”

“Bu Wiwik, jariku lengket kena lem.”

“Bu, aku salah potong.”

“Bu, sebisanya, ya? Nggak bagus nggak papa, ya?”

Keluh beberapa anak saat berjibaku dengan kartu ucapan itu.

“Iya, sebisanya. Insyaallah semua bagus. Bunda pasti suka. Anak-Anak membuatnya sambil bayangin Bunda aja,” respons Bu Wiwik sambil sesekali memberikan bantuan. Ada pula Ustaz Adhit yang sigap membantu anak-anak yang mengalami kesulitan. Kartu itu akan disampaikan kepada sang ibunda beserta sebuah bingkisan kecil.

“Mommyku suka warna kunging. Aku minta bingkisan yang warna kuning saja, Bu Wiwik.”

Celetuk anak-anak bersahutan, menambah keseruan kerja mereka.

Teruntuk para bunda hebat. Meski tak selalu membersamai. Anak-anakmu tahu, mereka selalu menjadi yang pertama bagimu. Tak hanya Bunda yang berkeluh, mereka pun berjuang dengan cara mereka untuk membahagiakanmu. Jangan hanya karena satu kesalahan, Bunda lupa dengan sembilan kebaikan yang telah mereka susah payahkan.

Sering mereka bercerita tentang bangganya menjadi anakmu. Sering mereka berkisah betapa lezat masakanmu. Tak jarang mereka memuji wajah cantikmu. Bahagia tak terperi saat mereka menanti kepulanganmu setelah beberapa waktu terpisah jarak.

Semoga Allah Sang Maha Pengasih mengabulkan untaian doa yang tertulis dalam kartu-kartu itu. Selamat Hari Ibu.

 

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *